Tahun 2021, Boyolali Ditarget Produksi 161 Ribu Ton Beras

Aktivitas petani di Dibal Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, beberapa waktu lalu. Foto: yanuar

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Lahan pertanian di Kabupaten Boyolali seluas 5.000 hektar terus dibenahi. Pembenahan dilakukan dengan meningkatkan varietas, bibit, pupuk hingga obat obatan dalam rangka pengendalian hama. Ini jadi langkah pemerintah mengoptimalkan lahan pertanian.

“Kita berharap memang lahan eksisting yang ada disini (Kabupaten Boyolali) dapat optimalisasi dari hasilnya, produktivitasnya harus lebih baik dan itu yang akan kita capai,” ungkap Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo saat kunjungan kerja ke Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Jumat (5/3/2021) siang, seperti dilansir laman Pemkab Boyolali..

Menteri Pertanian juga menggulirkan beberapa program padat karya di antaranya penanaman kelapa dan jeruk. Kedua komoditas ini diharapkan bisa membantu perekonomian masyarakat dengan melakukan inovasi berkaitan dengan dua bahan tersebut. Sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada satu komoditas.

“Harapan kita yang ada adalah Boyolali harus menjadi lokomotif hadirnya akselerasi yang berlapis untuk bisa menghadirkan upaya upaya pertanian yang lebih kuat,” katanya.

Langkah tersebut disambut baik Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, Wahyu Irawan yang turut hadir mendampingi. Wabup yang akrab disapa Iwan ini mengungkapkan telah siap melaksanakan program yang dicanangkan. Salah satunya yakni pemberantasan hama pada tanaman padi.

“Kalau fokus hari ini adalah pencanangan pembasmian hama wereng batang coklat. Jadi memang diharapkan nanti dengan pemberantasan hama ini diharapkan produksi padi di khususnya di daerah Ngemplak ini akan tercapai dengan maksimal,” harap Iwan.

Dengan melakukan pemberantasan hama ini, tanaman padi akan menghasilkan produktivitas yang baik. Kabupaten Boyolali akan mengalami surplus beras sehingga bisa membantu pemerintah dalam pengadaan beras nasional.

Disinggung terkait total luas panen padi 2021 di Kota Susu ditargetkan 49 ribu hektare dengan produksi 280 ribu ton gabah kering atau setara dengan 161 ribu ton beras. Apabila indeks konsumsi beras rata-rata 117.500 ton maka Boyolali akan menyumbang stok beras nasional sebesar kurang lebih 44 ribu ton.

Wilayaha Boyolali saat ini sedang memasuki musim tanam II dengan perkiraan luas tanam 10 ribu hektare dan saat ini luas tanam yang sudah ada sekitar 15 ribu hektare.

“Pada Januari-Februari sebelumnya ada serangan hama berupa WBC dan lainnya namun dengan hadirnya Pak Menteri sebagai komando gerakan pengendalian organisme pengganggu tanaman akan membangkitkan semangat petani Boyolali,” tandas Iwan. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here