Petugas Satpol PP menyegel 94 bangunan di Karangjangkang, Ngemplak Simongan, Semarang Barat. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Semarang menyegel sedikitnya 94 bangunan rumah dan lapak dagangan di kampung Karangjangkang, Ngemplak Simongan, Semarang Barat, Senin (24/5/2021).

Penyegelan dilakukan mengingat mereka mendirikan bangunan di atas tanah milik orang. Sebanyak 94 bangunan itu terdiri dari 70 rumah warga dan 24 lapak dagangan. Bangunan itu disegel oleh petugas karena diduga berdiri di atas tanah milik orang lain.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, selain beridir di atas tanah milik orang, mereka pastinya tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Adapun lahan yang ditempati warga adalah seluas 8.200 meter persegi.

“Berdasarkan pengecekan yang dilakukan Dinas Penataan Ruang (Diataru) Kota Semarang sejak 2011 bahwa bangunan itu tidak memiliki dokumen dan sudah dilakukan peringatan,” ucapnya saat ditemui di lokasi.

Ia meminta masyarakat untuk berkenan dan segera pindah dengan segera menghubungi pihak kelurahan untuk mendapatkan tali asih.

Warga berdalih, mereka berdiam di situ karena telah puluhan tahun dan ada yang turun temurun, berkisar 20 tahunan. Sementara warga kalau mengurus IMB di kelurahan tidak bisa alias sulit.

Bambang, warga di lokasi yang disegel mengatakan bahwa warga di kampung Karangjangkang sudah menempati bangunan rumah sejak puluhan tahun lalu. Ia sangat menyayangkan penyegelan yang dilakukan petugas.

Tidak dipungkiri menurut warga, tanah yang ditempatinya itu memang disinyalir tanah sengketa. Meski begitu, mereka sudah bertempat tinggal di sini puluhan tahun. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here