Anggota dan pengurus IDI Jateng berfoto usai Pelantikan Pengurus IDI Jateng. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Dokter Djoko Handojo MSi Med SpB(K) Onk FICS dilantik menjadi Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Tengah untuk periode 2021-2024. Djoko Handojo terpilih kembali, setelah sebelumnya juga menjabat Ketua IDI Jateng periode 2018-2021. Pelantikan berlangsung di Hotel Tentrem, Sabtu (9/10/2021), dengan prokes dan terbatas.

Dalam masa kepemimpinannya ke depan, dia mengatakan para dokter di Jawa Tengah akan terus membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan masalah kesehatan secara umum.

‘’Komitmen pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus ditingkatkan.  Sedangkan yang menjadi konsen kami lainnya, adalah terkait dengan etika dan disiplin kedokteran, dan perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan, dan juga renovasi kantor yang akan segera selesai, sehingga bisa digunakan anggota dengan maksimal,’’ jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, selain bersifat profesional, IDI Jateng juga terus berkomitmen untuk  dan harus memberi pelayanan terbaik ke masyarakat.

‘’Secara khusus terkait dengan bencana penyakit, kami mendukung Satgas Covid-19. Kita tetap waspada Covid-19. Pasalnya, meskipun saat ini sudah melandai, namun tetap patut diwaspadai munculnya gelombang 3. Selain itu, kami melalui satgas IDI juga mewaspadai sejumlah penyakit yang muncul lagi, seperti malaria, lepra dan demam berdarah dengue (DBD),’’ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, dr Yulianto Prabowo MKes sangat berterimakasih atas bantuan para dokter dalam penannganan Covid-19.

Diakui, jika  ketersediaan jumlah dokter tidak seimbang dengan jumlah masyarakat yang dilayani.  Belum lagi masalah kesehatan banyak sekali. Termasuk kemungkinan akan munculnya gelombang 3 pandemi Covid-19 dan munculnya varian-varian baru.

‘’Sekarang ini yang diwaspadai adalah munculnya varian baru, setelah kemarin gelombang 2 dengan angka paling tinggi yakni pada bulan Juli 2021. Di Jateng, misalnya, ada 35 ribu kasus pada Juli, saat ini 1.500,’’ jelasnya.

Ketua Umum Pengurus Besar  IDI, dr Daeng M Faqih SH MH mengatakan, ancaman gelombang 3 Covid-19 masih ada bahkan di luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan beberapa negara Eropa sudah mengalaminya saat ini. ‘’Oleh karena itu, perlu diwaspadai. Langkah primer yang bisa dilakukan adalah dengan tetap menjaga prokes (protokol kesehatan) dan vaksinasi,’’ jelasnya.

Di satu sisi, menurutnya, pemerintah harus ketat menjaga pintu masuk, seperti di bandara dan pelabuhan, dari para pendatang dari luar negeri, agar tidak kecolongan. Ini perlu, mengingat varian Delta, yang merebak di Indonesia juga masuk dari pendatang India.

IDI menurutnya, juga mendorong adanya booster vaksinasi bagi semua warga. Sedangkan saat ini booster atau vaksinasi tahap tiga, memang baru dilakukan pada tenaga medis. Sedangkan di satu sisi, booster memang harus dilakukan, pasca enam bulan sampai satu tahun, seseorang divaksin tahap 2. Sebab, dalam teori, pasca enam bulan sampai satu tahun, meski sudah divaksin, kekebalan seseorang sudah melemah.

Hadir juga dalam kesempatan wawancara dengan wartawan, adalah Ketua Panitia dr Sarwoko Oetomo, Divisi Pembinaan IDI Jateng dr Pradipto Lunggono SpTHT-KL, Dewan Pertimbangan IDI Jateng dr Soetedjo PAK, SpS(K), dan Ketua Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian (MPPK), Prof dr Noor Pramono. She