Taruna AL Ikuti Pelatihan Pengelolaan BBM di PPSDM Migas

Pelatihan pengelolaan BBM dan pelumas para Taruna AL di PPSDM Migas. Foto: ist

CEPU (Jatengdaily.com) – Untuk menunjang kinerja yang wilayah operasionalnya tersebar dari Sabang sampai dengan Papua, maka TNI membutuhkan dukungan logistik yang mumpuni.

Imam Bastari, Deputi BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) Bidang Polsoskam menegaskan bahwa BPKP mendapat mendapat mandat dari Menteri Keuangan untuk mengetahui berapa besar jumlah kuantum kebutuhan BMP yang layak di lingkungan TNI.

Hal ini disampaikan pada Rakorlog TNI yang dilaksanakan di Mabes TNI Cilangkap tersebut dipimpin langsung oleh Aslog Panglima TNI, dihadiri seluruh Aslog Kepala Staf Angkatan dan para staf jajaran logistik di lingkungan TNI, Kamis (18/2/2021).

“Untuk itu, rekomendasi yang diberikan dapat ditindaklanjuti sehingga dapat menjawab permasalahan pokok yang ada selama ini, yaitu kebutuhan akan kecepatan, akurasi, dan akuntabilitas data Rencana Kebutuhan BMP. Selain itu, BPKP ingin tak ada lagi perbedaan penafsiran dalam penerapan prosedur pengelolaan BMP. menekankan arti pentingnya perencanaan, baik yang bersifat kegiatan rutin, maupun perencanaan kontinjensi untuk mengantisipasi hal-hal non rutin”, ungkap Bastari.

Meninda lanjuti arahan ini, TNI mengirimkan Taruna Akademi Angkatan Laut ke PPSDM Migas untuk mengikuti Pelatihan Pengelolaan Bahan Bakar Minyak dan Pelumas pada tanggal 29 sampai dengan 31 Maret 2021.

Dalam kesempatan ini, Risdiyanta, salah seorang Widyaiswara Madya PPSDM Migas menjelaskan bahwa para Taruna Akademi AL ini akan mendapatkan 24 jp materi dengan 19 jam pelajaran teori dan 5 jam pelajaran praktik.

“Setelah mengikuti pelatihan ini peserta pelatihan diharapkan mampu untuk mengerti dan memahami tentang Proses Pengolahan BBM dan Pelumas, Pengetahuan Produk BBM dan Minyak Lumas, Pengelolaan BBM dan Minyak Lumas, Pengukuran dan Perhitungan Minyak Standar, Sampling Minyak, Pengujian Mutu BBM dan Pelumas”, ungkap Risdiyanta.

Kepala Departemen Teknik Kolonel Laut, M. Suprapto menjelaskan bahwa keberhasilan tugas TNI AL, pada hakikatnya bertumpu pada kualitas personil pengawas organisasi TNI AL secara menyeluruh yang terefleksikan pada kadar kualitas intelektual dan moral sebagai cerminan tingkat profesionalismenya.

“Upaya untuk meningkatkan kemampuan melalui kegiatan pelatihan dan praktek sesuai dengan kondisi penugasan di lapangan sebagai perwira TNI AL tentang bidang tugas dan wewenang yang akan mereka pergunakan ditempat tugas baik di kapal perang maupuni di staf operasional. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan institusi seperti PPSDM Migas yang telah berpengalaman di bidang pelatihan minyak dan gas bumi”, tambah Suprapto.

Menutup acara pembukaan ini, Ir. Sulistiyono Koordinator Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana Pengembangan SDM PPSDM Migas menambahkan bahwa PPSDM Migas satu-satunya lembaga pelatihan milik pemerintah, yang mempunyai sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai baik secara teori dan praktek. Yang sudah terakreditasi ISO 9001 tentang manajemen mutu, ISO 1901 tentang SML dan ISO 4501 tentang K3 sehingga mutu dan kualitas tetap terjaga.

“Pesan saya untuk para Akademi Taruna AL yang mengikuti pelatihan ini untuk bersungguh – sungguh Sehingga nanti ilmu tersebut dapat digunakan ketika para taruna betugas di lapangan atau kapal”, tutup Sulistyono. yds