By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Terowongan Silaturahmi yang Hubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Rampung 17 Agustus 2021
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
JedaSeni Budaya

Terowongan Silaturahmi yang Hubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Rampung 17 Agustus 2021

Last updated: 3 Juni 2021 10:14 10:14
Jatengdaily.com
Published: 3 Juni 2021 10:14
Share
Terowongan Silaturahmi. Foto: kemenpupr
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Progres pembangunan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral di Jakarta, kini mencap[ai sekitar 61 persen. Ditargetkan pembangunan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selesai pada 17 Agustus 2021.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dilansir laman kemenpupr, mengatakan penghubung antara dua rumah ini bisa saja menggunakan jembatan penyeberangan, tetapi karena faktor keamanan dan keselamatan desain yang dipilih adalah bawah tanah. “Ada tiga alternatif sebenarnya bisa jembatan penyeberangan, tapi kan terlalu curam, atau dengan yang lain, kita pilih yang lebih aman,” kata Menteri Basuki.

Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti menyampaikan untuk selalu memperhatikan keselamatan masa konstruksi, terutama pembangunan Silaturahmi Terowongan dekat dengan Masjid Istiqlal dan Gereja Katederal yang merupakan bangunan cagar budaya.

Persyaratan teknis pembangunan yang mencakup aspek keselamatan, kenyamanan, dan kenyamanan tetap menjadi prioritas. “Keselamatan konstruksi menjadi fokus utama yang harus diterapkan di lapangan, terutama bangunan Masjid Istiqlal dan Gereja Katederal ini merupakan bangunan cagar budaya yang menjadi kebanggaan negara kita. Harus ada pengawasan dan metode khusus dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan baik untuk pembangunan Terowongan Silaturahmi maupun bangunan Masjid Istiqlal dan Gereja Katederal.” terang Diana

Pembangunan Terowongan ini telah dimulai pada 15 Desember 2020 lalu dengan anggaran Rp 37,3 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya, manajemen konstruksi PT Virama Karya dan perencana PT Yodya Karya. Lingkup pekerjaan penutup dan K3 dengan progres 94,46%, pekerjaan pembongkaran97,25%, galian tanah dan finishing jalan 85,76%, pekerjaan struktur 80,18%, pekerjaan arsitektur 35,07%, pekerjaan MEP 8,71%

Pekerjaan galian tanah dan finishing jalan meliputi pekerjaan galian tanah, pekerjaan timbunan dan pemadatan, pekerjaan sumur recharging, piezometer dan inclinometer, pekerjaan perkerasan bawah jalan dan pekerjaan lapisan atas jalan. Selanjutnya pekerjaan struktur meliputi pekerjaan guide wall, pekerjaan dwall, pekerjaan capping beam, pekerjaan struktur baja lift dan entrance. Sementara pekerjaan arsitektur meliputi pekerjaan entrance, pekerjaan dinding dan lantai marmer dan pekerjaan plafon perforated metal.

Terowongan Silaturahmi dengan panjang terowongan 28,3 meter, tinggi 3 meter, lebar 4,1 meter dengan total luas area yang dibangun terowongan 136 m2 dengan total luas shelter dan terowongan 226 m2. Jarak terdekat pintu masuk struktur m Gereja Katedral yakni 32 hal ini guna memastikan keamanan. Sementara jarak terdekat dengan gerbang Masjid Istiqal adalah 16 m.

Arsitektur ini merupakan pintu masuk yang dibangun dengan gaya modern di mana eksteriornya menggunakan material transparan sehingga keindahan desain Masjid dan Gereja Katedral yang bangunan cagar budaya tidak terhalang.

Sementara untuk interiornya menggunakan material marmer serta dilengkapi dengan railing stainless sebagai simbol jabat tangan. Selain tangga, ini juga dilengkapi dengan lift difabel untuk mendukung fungsi sebagai bangunan publik.

Di samping sebagai ikon toleransi antar umat beragama, pembangunan ini berfungsi memudahkan akses jamaah antar bangunan rumah ibadah untuk kebutuhan ruang parkir tanpa mengganggu arus lintas saat ini.

Dalam pembangunan, Badan Pengelola Masjid Istiqlal dan Dewan Paroki Gereja Katederal dilibatkan dalam proses pembahasan terkait konsep disain yang memperhatikan masing-masing rumah ibadah agar mencirikan bentuk persatuan bukan perbedaan dalam bentuk disain, rencana pengelolaan dalam operasional Terowongan Silaturahmi nantinya, serta keselamatan masing-masing bangunan rumah ibadah selama pengerjaan konstruksi agar tidak menimbulkan kerusakan pada bangunan eksisting. yds

You Might Also Like

Selesai 2027, Pembangunan Tol Semarang-Demak Dilanjutkan, Mudahkan Akses Semarang-Demak-Gresik-Surabaya
Sastra Peranakan Tionghoa Terpinggirkan
Masyarakat Malas Bederma untuk Kesenian
Bendungan Gondang Siap Airi 4.066 Hektare Sawah
Seseduh Resto, Tempat Ngeteh Berbagai Varian Unik di Semarang
TAGGED:Gereja Katedralkemenpuprmasjid istiqlalterowongan silaturahmi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?