Ketua IDI Jateng dr Djoko Handojo. Foto: she

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Dokter Djoko Handojo MSi Med SpB(K) Onk FICS terpilih kembali menjadi Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Tengah untuk periode 2021-2024. Dokter Djoko terpilih dalam  Musyawarah IDI Wilayah Jawa Tengah yang berlangsung Sabtu (12/6/2021), di Hotel Gumaya.

Sebelumnya, dia menjabat sebagai Ketua IDI Jateng periode 2018-2021. Dalam Muswil ini diikuti semua IDI cabang seluruh Jawa Tengah.

Dalam masa kepemimpinannya ke depan, dia mengatakan para dokter di Jawa Tengah akan terus membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19. Sebab, diakui pandemi Covid-19 masih berlangsung dan bahkan saat ini sejumlah wilayah di Jawa Tengah masuk dalam zona merah.

Di satu sisi, IDI Jateng juga berkomitmen untuk memberi dan senantiasa memperbaiki layanan kesehatan. Juga mendorong konsep pelayanan primer di bidang kesehatan bagi masyarakat. Termasuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan kesehatan pariwisata.

Sementara itu, dalam sambutannya Ketua Umum Pengurus Besar  IDI, dr Daeng M Faqih SH MH mengatakan, pihaknya mendukung pemerintah untuk membranding kemampuan para dokter yang mumpuni. ‘’Hal ini penting supaya daya saing dokter kita setara dengan dokter dari negara lain,’’ jelasnya.

Menurutnya, dengan demikian, pemerintah diharapkan juga mempromosikan dokter,  teknologi serta peralatan kedokteran di Indonesia yang bagus yang kita miliki. Sehingga masyarakat tidak perlu berobat ke luar negeri lagi.

‘’Dalam dunia kedokteran, idelanya mayoritas owner dan pekerja (dokter dan tenaga medis lainnya) dari Indonesia. Konsep ini juga mendorong adanya wisata kesehatan dengan mengenalkan kedokteran di Indonesia. Sebab, pada dasarnya banyak dokter Indonesia yang memiliki kemampuan tidak kalah dengan dokter di negara lain. Termasuk peralatan medisnya di rumah sakit-rumah sakit,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, dr Yulianto Prabowo MKes dalam sambutannya secara daring mengatakan, pihaknya mengapresiasi pelayanan dokter dan tenaga medis umumnya di Jateng dalam upaya pelayanan di saat pandemi Covid-19. ‘’Para tenaga medis  di Jateng sangat baik dan luar biasa. Meski begitu, Covid-19 di Jateng memang masih belum berakhir. Ada sejumlah penambahan  terus. Adapun ketersediaan tempat tidur rumah sakit di Jateng rata-rata  hampir 100 persen terisi,’’ jelasnya.

Dikatakan, dokter punya peran dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan di tengah pandemi seperti saat ini, karena dokter merupakan garda terdepan dalam menangani masyarakat. ‘’Di satu sisi, saya berharap lewat Muswil ini, bisa menghasilkan program yang mendukung derajat kesehatan masyaralat di Jateng,’’ jelasnya.

Sementara itu, dr Djoko Widyarto JK DHM MHKes terpilih menjadi Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) dan Prof Noor Pramono SpOG (K) sebagai Majelis Pengembangan Pelayanan Profesi (MPPK). She