By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Komisi VIII DPR Minta BNPB Turun Tangani Covid-19 di Jepara
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Komisi VIII DPR Minta BNPB Turun Tangani Covid-19 di Jepara

Last updated: 21 Juni 2021 17:27 17:27
Jatengdaily.com
Published: 21 Juni 2021 16:39
Share
Ilustrasi
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Tengah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait tingginya lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Jepara.

Wakil rakyat asal Jepara ini ingin instansi yang dipimpin Letjend TNI Ganip Warsito turun tangan menangani pandemi di Kota Ukir.

Berdasar data Pemprov Jateng, per Minggu (20/6/2021) malam, dari data Pemprov Jateng, Jepara sudah menggeser posisi Kabupaten Kudus.

Untuk posisi 10 besar, Jepara menempati urutan pertama di Jateng dengan 2.567 kasus positif Covid-19, sedangkan Kudus 2.095 kasus. Posisi ketiga Kota Semarang 1.307 kasus, dan disusul sejumlah kota dan kabupaten lain yakni Kendal (999 kasus), Pati (770 kasus), Sragen (754 kasus), Demak (728 kasus), Kebumen (715 kasus), Tegal (639 kasus), dan Cilacap (595 kasus).

Lonjakan kasus positif ini sangat signifikan. Sebab Kamis  (17/6/2021), Jepara masih menempati posisi ketiga se-Jateng dengan 1.757 kasus positif Covid-19.

Atau jika dihitung dalam tiga hari terakhir, ada lonjakan 810 kasus positif di Jepara. Dan angka kematian karena Covid-19, rata-rata per hari lebih dari 15 orang. Bahkan pernah dalam sehari ada 24 warga Jepara yang meninggal dunia karena Covid-19.

“BNPB itu mitra kerja Komisi VIII. Saya terus berkoordinasi dan minta BNPB turun ke Jepara. Karena Jepara itu tetangga Kudus yang sebelumnya sudah ditemukan varian Delta asal India. Kalau Jepara tidak segera ditangani maksimal kita khawatir kondisinya lebih parah dari Kudus,” kata Abdul Wachid, Senin (21/6/2021), dalam siaran persnya.

Abdul Wachid merupakan anggota DPR dari Dapil Jateng II yang meliputi Jepara, Kudus dan Demak. Saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kudus, Abdul Wachid juga berkoordinasi dengan BNPB. Hingga akhirnya, Letjend Ganip Warsito turun ke Kota Kretek. Dan saat ini, angka penyebaran maupun kasus positif di Kudus bisa ditekan.

Abdul Wachid berharap, keterlibatan aktif BNPB termasuk juga jajaran Pemprov Jateng, Kodam IV/Diponegoro maupun Polda Jateng dalam penanganan kasus Covid-19 di Jepara juga signifikan untuk menekan penyebaran dan kasus positif.

Abdul Wachid berkeyakinan jika kasus positif Covid-19 di Jepara lebih banyak dari yang dilaporkan. Sebab di lapangan, pihaknya menerima laporan jika banyak warga yang mengalami gejala mirip Covid-19 namun tidak memeriksakan diri ke rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya. Warga hanya mengkonsumsi obat dari warung atau apotik. Dan parahnya warga juga masih beraktivitas seperti biasa sehingga potensial menambah jumlah kasus.

“Upaya penanganan di Kudus bagus karena angka kasus bisa ditekan. Ini bisa diterapkan di Jepara. Kalau tidak, Pemkab Jepara bisa kewalahan jika trend kasus terus naik padahal kapasitas rumah sakit, sarana prasarana lain hingga SDM juga terbatas,” jelasnya.

Sementara itu, juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jepara, Muh Ali mengatakan pihaknya sudah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi penyebaran pandemi di Kota Ukir. Perusahaan besar khususnya di kawasan Jepara bagian selatan sudah diinstruksikan untuk memperkuat prokes dan menerapkan tes antigen mandiri untuk pekerjanya. Selain itu, perusahaan juga diwajibkan mengisolasi pekerjanya yang positif Covid-19.

Rumah sakit pemerintah juga diminta menyediakan minimal 50 persen kapasitas tempat tidur, khusus pasien Covid-19. Untuk SDM juga terus ditambah dengan cara merekrut tenaga kesehatan khusus menangani pasien Covid-19.

“Kebutuhan kita sekitar 70 – 80 petugas kesehatan. Saat ini ada 32 orang, sisanya kita rekrut secepatnya. Kita mengapresiasi jika ada banyak pihak yang ikut membantu penanganan Covid-19 di Jepara,” tandasnya. she

You Might Also Like

Jateng Genjot Vaksinasi Booster, Ditarget Tiga Bulan Selesai
Ujian Berat Pertama Rasiman, Persis Solo Ditunggu Pemuncak Klasemen
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Perpustakaan Keliling
Mahasiswa Fikom Unissula Perkuat Kompetensi Industri Media lewat KKL
Usai Operasi, Kini Vidi Aldiano Bertahan dengan Satu Ginjal
TAGGED:anggota DPR RI Abdul WachidKetua DPD Partai Gerindra Jateng Abdul WachidKomisi VIII DPR
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?