Tren Kasus COVID-19 di Demak Terus Turun, Kini Zona Biru

Bupati dr Hj Eisti'anah bersama Wabup KH Ali Makhsun didampingi Kepala Dinsos P2PA Kabupaten Demak H Eko Pringgolaksito dan Asisten 3 Sekda HAN Wahyudi saat menyerahkan bansos bagi masyarakat terdampak COVID-19. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Kabupaten Demak kembali menjadi yang pertama kali daerah dengan peta zonasi COVID-19 berwarna biru di Jateng. Setelah sebelumnya menjadi daerah pertama dengan status PPKM Level 2 di Jateng pada pertengahan Agustus lalu.

Di sela penyerahan bantuan sosial (bansos)masyarakat terdampak COVID-19, Bupati dr Hj Eisti’anah menyampaikan, adanya tren penurunan kasus COVID-19 di Kabupaten Demak beberapa bulan terakhir. Sehubungan itu menurut asesmen WHO peta zonasi kasus COVID-19 Demak menjadi biru.

“Alhamdulillaah berkat kerja keras kita semua, Demak satu-satunya di Jateng secara peta sudah berwarna biru. Itu karena jumlah kasus COVID -19 turun. Meski level PPKM-nya masih 2,” ujarnya, Jumat (17/9/2021).

Maka apresiasi pun ditujukan pada masyarakat yang ikut berpartisipasi mensukseskan 3M. Mulai dari kepatuhan memakai maker, mencuci tangan dengan sabun serta menghindari kerumunan.

“Namun kondisi membaik jangan terus lengah nggih. Prokes harus tetap dijaga. Insyaallah dengan bekerja sama semua pihak bisa mengurangi angka covid-19 di Kota Wali dan penularannya,” imbuh Bupati Eisti’anah.

Bansos
Di sisi lain Kepala Dinsos P2PA Kabupaten Demak H Eko Pringgolaksito menjelaskan, penyerahan bansos COVID-19 wujud kehadiran dan perhatian pemkab terhadap masyarakat terdampak pandemi. Bantuan kepada empat kelompok penerima manfaat bersumber dana refocusing APBD Kabupaten Demak.

Bansos pertama berupa santunan kematian bagi keluarga yang meninggal karena COVID-19 dan dimakamkan secara protokol kesehatan (prokes). Diberikan kepada 1.218 penerima manfaat masing-masing sebesar Rp 1,5 juta.

Bansos kedua berupa bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp 200 ribu per bulan selama dua bulan. Diberikan bagi warga yang masuk DTKS non-program, total sebanyak 2.579 penerima manfaat.

Bansos ketiga berupa komoditas paket sembako diberikan kepada 120 lansia non-potensial dan potensial. Sementara bansos keempat berupa komoditas untuk meningkatkan imunitas (madu, susu kental manis, minyak goreng dan mi instan) bagi 1.597 penyandang disabilitas.

Demi menghindari kerumunan, bansos berupa santunan kematian ditransfer ke rekening ahli waris yang ditunjuk. Sedangkan BLT diberikan di kecamatan masing-masing melalui virtual account.

Sementara bansos komoditas dibagikan melalui desa. “Mohon tidak dilihat dari nilai bantuan yang diberikan nggih. Namun perhatian dan kepedulian pemda sehingga bisa menjadi motivasi tetap semangat menjalani dengan prokes di tengah pandemi,” tandas bupati. rie-yds