Prof Budi Setiyono

SEMARANG (Jatengdaily.com)–Menyusul turunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah provinsi dan kabupaten/kota, sejumlah Perguruan Tinggi (PT), pun bakal menerapkan uji coba perkuliahan atau pembelajaran tatap muka (PTM).

Hal itu juga akan dilakukan oleh Universitas Diponegoro (UNDIP).  Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan, Undip, Prof. Budi Setiyono, S.Sos, M.Pol.Admin, Ph.D mengatakan, Undip akan melakukan uji coba kuliah tata muka setelah Ujian Tengah Semester besok.

‘’Kita akan memilih mata kuliah-mata kuliah tertentu di setiap program studi. Mungkin di setiap program studi  ada tiga mata kuliah yang akan diuji coba,’’ jelasnya, dilansir Senin (20/9/2021).

Menurutnya, Undip akan memperhatikan agar kuliah itu bisa berjalan dengan protokol kesehatan (prokes) yang memungkinkan adanya keamanan bagi dosen dan mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tersebut.

‘’Jadi misalnya, dipersyaratkan peserta yakni mahasiswa sudah vaksin, dosen juga sudah vaksin, lalu kemudian, sedapat mungkin mereka berasal  dari daerah yakni kabupaten dan kota di PPKM level 2 ke bawah,’’ jelasnya.

Lebih lanjut menurutnya, mahasiswa juga diminta melaporkan riwayat kesehatannya. ‘’Lalu kemudian kita akan minta agar mahasiswa itu melaporkan berbagai riwayat kesehatan. Jadi, ada formulir yang dibagikan ke mereka agar kita bisa mengantisipasi tertentu, terkait dengan kondisi dari mahasiswa tersebut. Lalu kemudian, kita juga akan memastikan pelaksanaan dari uji coba itu, maksimal kapasitas 25 persen dari setiap kelas,’’ tandasnya.

Lebih lanjut menurutnya, nantinya akan diberlakukan sistem bergiliran. ‘’Jadi nantinya akan begiliran siapa yang ikut di perkuliahan di setiap kelas yang akan diikuti oleh mahasiswa,’’ jelasnya.

Undip menurutnya juga akan memperhatikan konsekuensi-konsekuensi dari pemberlakuan perkuliahan atau pembelajaran tatap muka tersebut.

‘’Dan hal yang lain, kita sedang memperkirakan juga terkait dengan konsekuensi-konsekuensi perkuliahan tatap muka itu,’’ jelasnya.

Misalnya berkaitan dengan kapasitas internet, untuk melaksanakan model hybride.  Hybrid learning adalah metode pembelajaran campuran, antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan. Metode pembelajaran campuran ini mengizinkan sebagian mahasiswa belajar tatap muka di kelas dan sebagian lagi tetap belajar via daring.

‘’Sehingga dibutuhkan kapasitas dari wifi maupun juga kebutuhan-kebutuhan lain yang berkaitan dengan media pembelajaran maupun juga smart kelas. Sehingga dosen pada satu sisi hadir di kelas, pada sisi lain, juga bisa diakses pembelajarannya secara online. Sehingga ada kombinasi online dan offline pada saat mengikuti mata kuliah itu,’’ jelasnya.

Pernyataan ini juga menyusul  anjuran Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang mengijinkan Perguruan Tinggi untuk melakukan uji coba PTM.

Ganjar memperbolehkan Perguruan Tinggi untuk melakukan uji coba. Namun, dengan catatan harus berkoordinasi dengan pihaknya.  “Kalau kami, saya izinkan, silakan uji coba. Tinggal kita koordinasi kalau di perguruan tinggi itu sedang ada uji coba. Menurut saya tidak apa-apa, dimulai saja,” tandasnya

Gubernur juga  meminta pelaksaan pembelajaran tatap muka, baik uji coba maupun terbatas, untuk melakukan laporan harian. Laporan tersebut sebagai akumulasi dalam pelaksanaan evaluasi mingguan.

“Tadi ada usulan pakar dari Undip agar diadakan evaluasi mingguan. Maka, menurut saya laporan harian harus dibuat. Akumulasi harian itu nantinya untuk evaluasi mingguan,” ujar Ganjar. she