Waduk Cengklik Boyolali Mulai Direvitalisasi Tahun Ini

Waduk Cengklik di Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Foto: yanuar

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Waduk Cengklik yang berlokasi di sebelah barat Bandara Adi Soemarmo Boyolali, bakal segera direvitalisasi. Penataan waduk tersebut akan dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Revitalisasi tersebut dimaksudkan untuk memaksimalkan fungsi utama bendungan sebagai tampungan air dan irigasi, sekaligus peremajaan Bendungan Cengklik yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia-Belanda sekitar tahun 1923-1931.

Saat meninjau lokasi Bendungan Cengklik, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menginstruksikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Ditjen Sumber Daya Air (SDA) untuk mendorong program revitalisasi dan penataan kawasan.

“Di kawasan Bendungan Cengklik ini kalau kita lihat sudah banyak warung-warung yang berdiri di area tubuh bendungan serta aktivitas pertanian pasang surut. Hal-hal itu menjadi faktor penyebab tidak sehat,” kata Menteri Basuki di lokasi, Selasa (27/7/ 2021) seperti dilansir laman kemenpupr.

Kepala BBWS Bengawan Solo Agus Rudyanto menyampaikan program revitalisasi dan penataan kawasan Bendungan Cengklik mulai dilaksanakan tahun ini juga dengan target proses lelang bulan Agustus. Anggaran pelaksanaannya bersumber dari APBN senilai Rp 35 miliar.

“Dalam proses revitalisasi nantinya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga memerlukan dukungan penuh dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait, termasuk elemen masyarakat,” ujar Agus Rudyanto.

Revitalisasi dan penataan kawasan yang dilakukan pemeliharaan rutin pengambilan eceng gondok dengan pemanen, perbaikan Bendungan Cengklik, penataan warung dan kawasan wisata, pekerjaan lansekap dan zonasi be, penataan zonasi karamba jaring apung, pengukuran bathimetri serta manajemen pengelolaan sampah di lingkungan waduk.

BBWS Bengawan Solo juga melakukan operasional pemeliharaan secara berkala, perbaikan di hulu bendungan, pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan komunitas peduli, penyusunan AMDAL, dan pengembangan serta sosialisasi Rencana Tahunan Operasi Waduk.

Bendungan Cengklik memiliki kapasitas tampung 9,87 juta m3 dengan fungsi utama sebagai sumber irigasi lahan pertanian seluas 1.041 hektar. Bendungan yang terletak di Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Boyolali ini juga dimanfaatkan sebagai destinasi wisata dan budidaya ikan.

Bendungan Cengklik didesain tipe urugan tanah homogen dengan panjang puncak 750 meter dan lebar mencapai 4 meter. Konstruksi bendungan dilengkapi dengan tiga bangunan intake, yakni intake utama berupa menara dengan 2 pintu air tipe butterfly valve, serta sorong pada bagian intake kiri dan kanan. yds