By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: 73,9 Persen Orang Tua Belum Terapkan Pendidikan Literasi Digital Secara Sehat
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

73,9 Persen Orang Tua Belum Terapkan Pendidikan Literasi Digital Secara Sehat

Last updated: 24 Januari 2022 18:22 18:22
Jatengdaily.com
Published: 24 Januari 2022 18:22
Share
Ali Formen PhD (dua dari kanan) menerima Majalah Pendidikan “Merah Putih” dari Kepala SD Nasima, TY Raharjo SPd usai Online Parenting atau kelas orang tua “Pendidikan Literasi Digital Bagi Anak, Perlukah’’ yang diselenggarakan secara daring, Senin (24/01). Foto:ist
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)  – Hajah Nawal Nur Arafah, istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, H Taj Yasin Maimoen mengatakan, teknologi informasi berkembang begitu cepat. Warga dunia, khususnya masyarakat Indonesia gagap dalam menerima dan menyikapi perubahan tersebut. Terdapat kesenjangan lintas generasi, di mana para orang tua sebagian lahir pada masa teknologi informasi belum begitu membumi, sementara anak-anak mereka sejak usia dini sudah menemui hiruk pikuk dunia digital.

“Ibarat pisau bermata dua. Pada satu sisi, teknologi informasi bermanfaat dan secara bersamaan pada sisi lain menimbulkan dampak negatif. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua perlu berterima kasih terhadap kondisi lalu mengelolanya dengan kompetensi pendidikan literasi digital yang memadai bagi anak-anak kita,” katanya.

Ning Nawal mengatakan hal itu saat menjadi pembicara kunci dalam Online Parenting atau kelas orang tua yang diselenggarakan secara daring bertema “Pendidikan Literasi Digital Bagi Anak, Perlukah”. Kegiatan tersebut diselenggarakan KB-TK dan SD Nasima Semarang, Senin (24/01).

Penyelenggaraannya dilakukan secara kombinasi. Siaran langsung acara di Aula Parigi SD Nasima Jalan Puspanjolo Selatan 53 Semarang yang diikuti secara daring melalui Microsoft Teams dan Youtube SD Nasima Semarang.

Hadir secara langsung di tempat siaran adalah pemateri, Ali Formen SPd Med PhD pengajar sekaligus pakar pendidikan anak usia dini dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan moderator guru TK Nasima, Indri Setyowati SPd.

Turut hadir Direktur Pendidikan I Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima, Sri Budiani MPd, Direktur Litbang YPI Nasima, Supramono MPd, Kepala KB-TK Nasima, Nur Anisah SS MPd, dan Kepala SD Nasima, TY Raharjo SPd, serta 25 guru KB-TK dan kelas I-II SD Nasima.

Ning Nawal menjadi pembicara kunci dalam Online Parenting atau kelas orang tua yang diselenggarakan secara daring bertema “Pendidikan Literasi Digital Bagi Anak, Perlukah”. Kegiatan tersebut diselenggarakan KB-TK dan SD Nasima Semarang, Senin (24/01). Foto:ist

Nawal Nur Arafah hadir dan menyajikan materi secara daring demikian pula Ketua Pembina YPI Nasima, KH Hanief Ismail Lc, Ketua Pengurus YPI Nasima, Dr Indarti MPd, para organ dan guru YPI Nasima, serta guru dan orang tua peserta didik Sekolah Nasima. Tercatat sebanyak 66 peserta yang hadir melalui Teams dan 394 yang hadir menyimak melalui Youtube.

Literasi Digital
Menurut Ning Nawal, berdasar data survei tahun 2021 terhadap orang tua di Kota Semarang tersaji data, bahwa 73,9% orang tua yang belum menerapkan literasi digital secara sehat.

‘’Baru 26,1% orang tua yang melakukan literasi digital untuk dirinya sendiri terutama untuk anak-anak mereka. Tentunya ini menjadi keprihatinan bersama,” kata Nawal.

Sejalan dengan Ning Nawal, pengajar sekaligus pakar pendidikan anak usia dini dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) Ali Formen mengawali paparannya dengan fenomena kepanikan terhadap dunia digital yang belum juga berakhir.

Gagap digital, kerancuan digital, stres digital, sampai gangguan psikososial dan psikosomatik menurut Ali masih terjadi di mana-mana. Tak hanya Indonesia, negara-negara maju pun seperti Amerika, Australia, dan sebagainya ternyata masih berkutat pada kondisi tersebut. “Mestinya masa orientasi dan adaptasi itu sudah berakhir karena dinamika digitalisasi itu sudah berjalan satu dekade lebih. Kondisi saat ini sudah bukan the new normal era tetapi sudah the next normal era,” kata PhD lulusan University of Auckland, New Zeland itu.

Ali mengajak orang tua untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan mendidik anak-anak tentang literasi digital. Bagaimanapun juga pendidik pertama dan pemegang tanggung jawab terbesar dalam pendidikan anak-anak adalah orang tua.

Menurutnya orang tua adalah mitra guru atau sekolah. Menurutnya literasi digital itu tidak sekadar kecakapan untuk mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras serta perangkat lunak teknologi informasi untuk berbagai kepentingan.

“Literasi digital itu mengkombinasikan kecakapan digital dengan budaya digital, etika digital, dan keamanan digital. Juga perlu pemahaman bahwa kita saat ini sudah masuk dalam dua tipe kewargaan yaitu warga masyarakat nyata dan warga jagad digital,” kata Ali Formen.

Dia mengajak setiap keluarga dan sekolah segera memasukkan literasi digital ke dalam visi misi keluarga dan sekolah. Nilai positif negatif dari dunia digital adalah keniscayaan. Selanjutnya tinggal bagaimana agar setiap anak dan setiap keluarga mampu memanfaatkan sisi positifnya untuk kebermanfaatan yang sebesar-besarnya bagi kehidupan.

Orang tua menjadi model dalam bagi anak-anak. Pendekatan dialogis dan efektif antara orang tua dengan anak perlu dilakukan untuk mewujudkan literasi digital di keluarga. Buat kesepakatan yang bermakna.

“Satu lagi, literasi digital di suatu keluarga dan sekolah yang sudah terbangun butuh lingkungan yang mendukung. Ciptakan dialog dan kompromi-kompromi dengan sesama orang tua di lingkungan tempat tinggal. Pendidikan literasi selanjutnya perlu dikembangkan dengan memberdayakan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan komunitas,” tambah Ali.

Nasima Anniversary Festival

Kegiatan kelas orang tua secara daring atau parenting online tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun ke-28 Sekolah Nasima. Kegiatan inti peringatan berupa tasyakuran diadakan di tingkat yayasan. KB-TK dan SD Nasima berkolaborasi menyelenggarakan Nasima Anniversary Festival (NAF).

Rangkaian kegiatannya ada lomba-lomba untuk anak usia dini se-Kota Semarang dan sekitarnya, parenting online, pameran, dan pentas kreativitas. Para finalis lomba diumumkan pada akhir acara parenting online. Puncak acara NAF berupa final lomba-lomba anak usia dini, pameran, dan pentas seni di SD Nasima.

NAF digelar dengan kenormalan baru serta inovasi. Tak hanya lomba, pameran, dan pentas, tahun ini disempurnakan dengan kelas orang tua, sehingga even NAF pun menjadi lebih bermakna. Sekolah Nasima memfasilitasi para orang tua, baik orang tua peserta didik di Sekolah Nasima maupun para orang tua dari puluhan sekolah lain yang putra-putrinya ikut lomba, serta masyarakat umum untuk memperoleh pencerahan tentang pendidikan literasi digital.

“Kegiatan ini merupakan implementasi ikhtiar Sekolah Nasima untuk mendidik anak sesuai zaman mereka. Perlu sinergi antara sekolah dan orang tua dalam hal literasi digital bagi anak yang memang terlahir pada era serba digital. Juga sejalan dengan pencanangan tahun 2021 sebagai Tahun Literasi Digital oleh Presiden RI,” kata Direktur Pendidikan I YPI Nasima, Sri Budiani MPd dalam sambutan pembukaan. st

 

You Might Also Like

SK Pembukaan Magister Manajemen ITB Semarang Turun, Siap Terima Mahasiswa Baru
Jaksa Agung Muda Pengawas Rudi Margono Raih Profesor Kehormatan dari Unissula
USM LCC Menjadi Penyelenggara TOEFL ITP
Makrab Himmatisi FTIK USM Rajut Kebersamaan di Lereng Nglimut
Untag Sosialisasikan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan
TAGGED:73.9 Persen Orang Tua Belum Terapkan Pendidikan Literasi DigitalLiterasi DigitalPendidikan Literasi Digital Secara Sehat
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?