By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Agar Wayang Digemari Masyarakat Perlu Kolaborasi dengan Dunia Digital
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Agar Wayang Digemari Masyarakat Perlu Kolaborasi dengan Dunia Digital

Jatengdaily.com
Published: 7 November 2022 06:34
Share
SHARE

KEBUMEN (Jatengdaily.com) – Dialog Media Tradisional (Metra) dengan pembicara Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono, Bupati Kebumen Arif Sugianto, dan Kepala Desa Tlogowulung Paerisan Akbar menjadi pembuka pagelaran Wayang Kulit Ki Dalang Soenarko Hadi. Acara itu dilaksanakan di halaman SDN Tlogowulung Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen, baru-baru ini.

Animo masyarakat mengikuti dialog dan wayang dengan lakon ‘Semar Bangun Khayangan’ cukup tinggi. Hal itu mengingat pementasan seni tradisional sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

Dalam dialog, Ferry mengakui bahwa pandemi Covid-19 sangat berdampak di dunia perdalangan. Untuk bertahan hidup, ada yang ngamen di media sosial, bahkan ada yang menjual dan menggadaikan peralatannya.

“Kita belajar untuk lebih kreatif dan menciptakan inovasi-inovasi, salah satunya dengan berkolaborasi dengan dunia digital dan teknologi. Dan pastinya, untuk menjadikan pertunjukan wayang lebih baik lagi dan digemari masyarakat,” ujar Mas Ferry, panggilan akrab di kalangan masyarakat Kebumen.

Arif Sugianto dalam kesempatan yang sama menyatakan, selaku Bupati Kebumen, tetap berusaha memberikan dukungan pada pelaku kesenian. Selama pandemi, pembinaan tetap terus dilakukan meskipun ada larangan pementasan.

Rangkaian kegiatan Dialog Metra oleh Ferry Wawan Cahyono di Tlogowulung Kebumen, baru-baru ini. Foto:dok

“Sebagai kepala daerah, memiliki kewajiban nguripke, ngurupke, ngguyubke kesenian tradisional Jawa terlebih kesenian yang ada di Kabupaten Kebumen. Di Kebumen memiliki beberapa kesenian yang perlu dilestarikan seperti jaran kepang, campursari, calung, dan wayangkulit. Hal itu akan memberikan semangat tersendiri untuk terus nguri-uri kebudayaan tradisional Kebumen. Terimakasih kepada DPRD Provinsi Jateng khususnya Mas Wakil Ketua DPRD, Mas Ferry ini akan keliling ke desa-desa di Kebumen nganake wayangan semalam suntuk dan ini menjadi yang perdana di desa Tlogowulung Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen,” canda Arif.

Dikatakan pula, pementasan wayang kulit itu sekaligus menumbuhkan kembali ekonomi rakyat dimana masyarakat setempat bisa ikut berjualan meramaikan kegiatan tersebut. Diharapkan, kegiatan seperti itu bisa menjadi rutinitas pagelaran yang ada di desa ini.st

 

You Might Also Like

Naik Perahu Naga, Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Ladongi di Kolaka Timur
Pansus Usulkan Garam Lokal Masuk Muatan Raperda Perlindungan Nelayan
Persis Juara Liga 2, Angkat Trofi Setelah 27 Tahun
Perayaan Kegiatan Keagaaman Diminta Terapkan Protokol Kesehatan
Perayaan Malam 1 Suro di Solo Tanpa Kirab Pusaka
TAGGED:agar digemari masyarakatdialog seni dan budayapergelaran wayangperlu kolaborasi dengan digital
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?