By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Atasi Gizi Buruk dan Stunting dengan Rumah Gizi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Atasi Gizi Buruk dan Stunting dengan Rumah Gizi

Last updated: 23 Mei 2022 21:36 21:36
Jatengdaily.com
Published: 23 Mei 2022 21:36
Share
Petugas Puskesmas Karanganyar I dibantu bidan desa saat mengukur tubuh balita pada kegiatan 'Rumah Gizi', untuk mengantisipasi gizi buruk dan stunting. Foto : ist
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Gizi buruk dan stunting mempunyai dimensi yang sangat luas, baik akibat maupun penyebabnya. Selain menurunkan tingkat kecerdasan anak, gizi buruk dan stunting secara langsung maupun tidak juga akan menghambat tumbuh kembang, di samping menurunkan produktivitas anak.

Pada kegiatan Rumah Gizi, Kepala Puskesmas Karanganyar I dr Siti Anisah diwakili dr Alifia Khusnihita menyampaikan, gizi buruk dan stunting secara langsung disebabkan oleh kurangnya asupan gizi serta penyakit infeksi. “Lebih dari itu, stunting atau gangguan tumbuh kembang anak itu dapat juga disebabkan oleh kurangnya ketersediaan pangan, sanitasi, pelayanan kesehatan, pola asuh, pendidikan dan pengetahuan,” ujarnya, Senin (23/5).

Melalui kegiatan “Rumah Gizi” diharapkan dapat menekan angka gizi buruk dan stunting di Kabupaten Demak umumnya, dan Kecamatan Karanganyar khususnya. Sebagaimana disampaikan Programer Gizi Puskesmas Karanganyar I Tosim SST, di Kecamatan Karanganyar khususnya sembilan desa wilayah kerja Puskesmas Karanganyar I terdapat kasus gizi buruk (BB/U) 0.24%. Sementara kasus stunting (TB/U) 2.59%.

“Melalui “Rumah Gizi” diharapkan dapat menurunkan permasalahan gizi sekaligus diketahui akar penyebabnya. Sehingga intervensi yang diberikan sesuai dengan yang semestinya,” imbuh dr Alifia Khusnihita.

Sebagai contoh, mengenai kekurangan gizi dapat diatasu dengan pemberian makanan tambahan (PMT) berupa susu dan atau bubur tim. Dengan begitu terpenuhi gizi anak tersebut.

Namun begitu, menurut dr Alifia Khusnihita, dibutuhkan keterlibatan atau peran serta lintas program yaitu Kesling, Bidan Desa, KIA, Gizi dan Promkes. Sebab adanya sinergitas tersebut, diyakini mampu menekan angka gizi buruk dan stunting di Kabupaten Demak kususnya wilayah kerja Puskesmas Karanganyar I. rie-st

You Might Also Like

Arma Leather and Craft UMKM Binaan RB Rembang Semen Gresik Berhasil Tembus Pasar China
PSSI Putuskan Shin Tae-yong Tetap Pegang Tim U-19, 23, dan Senior
Telkom- Neutra DC akan Gelar Konferensi Internasional dengan Tema “The Other Side of AI”
Pawai Dugderan Digelar Sederhana, DMI Ajak Warga Tarawih di Rumah
Gerakan Pramuka Jadi Garda Terdepan Menjaga Keutuhan NKRI
TAGGED:"Rumah Gizi"Atasi Gizi Buruk dan Stunting dengan Rumah GiziPuskesmas Karanganyar Demak
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?