By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Atasi Masalah Gizi Anak dengan PMBA
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Atasi Masalah Gizi Anak dengan PMBA

Last updated: 26 Oktober 2022 21:40 21:40
Jatengdaily.com
Published: 26 Oktober 2022 21:40
Share
Mahasiswa Poltekes Semarang saat memberikan contoh cara membuat makanan bergizi untuk anak dengan bahan kearifan lokal pada acara PMBA yang diselenggarakan Puskesmas Demak I. Foto:dok
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Memiliki anak dengan tubuh sehat dan otak cerdas pastilah dambaan setiap pasangan menikah. Bahkan asupan gizi terbaik telah direncanakan sedemikian rupa saat bayi dalam kandungan. Dengan harapan saat terlahir, bayi tumbuh normal dan terhindar dari berbagai penyakit.

Dalam rangka memberikan pengetahuan kepada ibu bayi dan balita tentang pemberian makanan yang tepat, Puskesmas Demak I menggelar petemuan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA). Istimewanya, pertemuan yang dipimpin Dokter Umum Puskesmas Demak I dr Endang Dwi Hapsari itu dihadiri ibu-ibu yang memiliki anak bermasalah gizi. Di samping juga kader kesehatan, dengan harapan sebagai kepanjangan tangan nakes mereka mampu menyampaikan hasil pelatihan kepada ibu hamil, remaja putri juga para tokoh masyarakat.

“Sehingga masyarakat turut menjadi penggerak perubahan pola makan sehat, khususnya untuk para balita,” kata dr Endang Dwi Hapsari.

Lebih lanjut disampaikan, agar anak tumbuh tanpa permasalahan gizi, seperti gizi buruk, stunting, ataupun obesitas, pemberian makanan harus disesuaikan usia. “Bayi saat usia 0-6 bulan hanya diberikan ASI saja atau ASI eksklusif. Pada masa ini, ibu menyusui dapat dilakukan pijat oksitosin, untuk meningkatkan produksi ASI,” imbuhnya.

Baru setelah usia 6 bulan, bayi dapat diberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Itu pun dengan tekstur yang disesuaikan usia bayi.

Agar pertemuan berkala itu lebih maksimal hasilnya, selama PMBA berlangsung, diberikan pula tutorial cara membuat MPASI bagi anak usia <1th dan >1th oleh mahasiswi ilmu gizi Poltekes Semarang. Untuk anak usia <1th diberikan contoh membuat puding ubi ungu fla susu. Sedangkan untuk anak usia >1th diberikan contoh cara membuat bolu kukus ubi ungu.

“Setiap menu tersebut kaya vitamin dan mineral, serta sudah dihitung nilai gizinya. Jadi ibu-ibu peserta PMBA dapat segera praktek di rumah dan memberikan pada anak-anak mereka untuk mengungkit berat badan bayi dan anak-anak mereka,” kata dr Endang Dwi Hapsari.

Lebih dari itu, peserta PMBA diharapkan pula dapat berimprovisasi mengembangkan menu dan membuat variasi makanan dalam bentuk lain. Sehingga anak lebih tertarik untuk memakannya sehingga mampu menaikkan berat badan anak.st

You Might Also Like

Presiden Jokowi Mulai Berkantor di IKN pada Akhir Juni 2024
Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online oleh Oknum Anggota Densus 88 akan Diusut Transparan
Labuan Bajo Dikembangkan sebagai Destinasi Super Prioritas
9.000 Kaleng Daging Olahan Siap Dibagikan
10 Terduga Teroris Yang Diamankan di Solo Raya Termasuk Jaringan JI
TAGGED:Atasi Masalah Gizi Anak dengan PMBAHeadlinePemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA).perubahan pola makan sehat
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?