By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Banjir Rob di Bima NTB, 50 Rumah dan 280 Petak Tambak Terendam
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Banjir Rob di Bima NTB, 50 Rumah dan 280 Petak Tambak Terendam

Jatengdaily.com
Published: 16 Juni 2022 12:34
Share
Tambak terdampak rob di Bima NTB. Foto: bnpb
SHARE

BIMA (Jatengdaily.com) – Gelombang pasang air laut mengakibatkan banjir rob yang merendam 50 rumah dan 280 petak tambak warga di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Selasa (14/6/2022). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.00 WITA hingga menggenangi pemukiman warga.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D dalam keterangan tertulis Kamis (16/6/2022) menyebutkan berdasarkan laporan visual di lapangan, terlihat tambak ikan bandeng milik warga terendam hingga pembatas antar tambak sudah rata dengan air. Warga melakukan peninggian batas tambak untuk membentuk kembali petak tambak yang sebelumnya terendam.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima melaporkan banjir ini melanda empat kecamatan yakni Kecamatan Palibelo, Kecamatan Woha, Kecamatan Bolo dan Kecamatan Langgudu. Sementara itu dilaporkan juga tidak ada jiwa mengungsi akibat peristiwa tersebut,” kata Muhari.

Tim reaksi cepat dari BPBD setempat telah menyiapkan peralatan dan perlengkapan evakuasi tanggap darurat apabila diperlukan.

BNPB mengimbau masyarakat di sepanjang pesisir pantai untuk selalu waspada dan siaga akan adanya potensi gelombang tinggi yang dapat menimbulkan bahaya lanjutan seperti banjir rob. Terlebih berdasarkan pantauan BMKG dari data _water level_ dan prediksi pasang surut. Banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di 20 wilayah pesisir di Indonesia mulai 11-23 Juni. Bersamaan dengan itu, adanya fenomena _Super Full Moon_ yaitu fase Bulan Purnama yang mempengaruhi terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut.

Upaya-upaya darurat seperti peninggian dan penguatan tanggul tambak perlu dilaksanakan. Upaya pengamanan komoditas budidaya di tambak seperti penambahan jaring yang diikat di sepanjang tanggul tambak dan upaya lain juga bisa dilakukan dengan berkoordinasi dengan dinas terkait setempat. yds

You Might Also Like

Inilah Berbagai Kiat Gus Wahid United, Sebelum Posting Pahami Dulu Bahasa dan Etika Bermedia Sosial
Rayakan HUT ke-79 RI, MyPertamina Gelar Promo Mulai Voucher Merchant hingga Cashback di Jateng dan DIY
Peralihan Operasional Kesyahbandaran PPI Tegalsari Harus Perhatikan Kesejahteraan Nelayan
Kasus Penculikan Pilot Susi Air, Tempat Persembunyian KKB Egianus Sudah Diketahui
Target Imunisasi Dasar 100% terhadap Anak Harus Segera Direalisasikan
TAGGED:banjir robBima NTBbnpbBPBD Kabupaten Bima
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?