By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Cegah Hoaks, RSI Dorong Edukasi Kesehatan untuk Masyarakat
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Cegah Hoaks, RSI Dorong Edukasi Kesehatan untuk Masyarakat

Last updated: 2 Agustus 2022 05:03 05:03
Jatengdaily.com
Published: 2 Agustus 2022 05:03
Share
Para peserta Workshop Menulis di Media dan Sosialisasi Industri Hulu Migas foto bersama dengan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah2, Benda, Sirampog, Kabupaten Brebes KH Sholahuddin Masruri. Foto: dok
SHARE

BREBES (Jatengdaily.com)- Direktur Umum dan Keuangan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Munadharoh SE MM mengajak para wartawan, praktisi media dan penulis untuk terus mengedukasi warga masyarakat tentang kesehatan melalui tulisan di berbagai media.

”Peran wartawan, praktisi media dan penulis di era digital ini semakin penting. Karena melalui tulisan dan konten-konten positif masyarakat mendapat informasi tentang kesehatan yang baik dan benar. Berbahaya kalau tulisan hoaks menyangkut kesehatan sampai dipercaya sebagai kebenaran oleh masyarakat,” katanya, dalam siaran persnya, Senin (1/8/2022).

Munadharoh atau yang akrab disapa Mbak Titut mengatakan hal itu di depan peserta Workshop Menulis di Media dan Sosialisasi Industri Hulu Migas di Pondok Pesantren Al-Hikmah2, Benda, Sirampog, Kabupaten Brebes.

Workshop dan sosialisasi yang telah berlangsung Jumat pekan kemarin ini, digelar dalam rangka memeriahkan Haul Ke-11 KH Masruri Mughni dan Haul Ke-26 Nyai Adzkiya binti H Miftah. Selain diikuti para santri, workshop diikuti para kepala sekolah di lingkungan Al-Hikmah2, penyiar Radio Tsania FM, pengelola website, Fatayat NU dan Lembaga Bahstul Masail (LBM) Nahdlatul Ulama. Hadir juga sejumlah nara sumber dari media cetak dan online.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah2 Benda, Sirampog, Brebes KH Sholahuddin Masruri ketika membuka workshop mengatakan, telah menyiapkan kader Nahdlatul Ulama (NU) untuk menepis hoaks dan informasi yang belum teruji kebenarannya dan bertebaran di media sosial yang menyesatkan masyarakat.

Menurut Gus Sholah, kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena hoaks dan informasi tidak benar menyesatkan masyarakat. “Karena itulah, Pesantren Al-Hikmah2 berupaya menghadirkan para santri dan kader NU agar memiliki kemampuan mengisi ruang-ruang media maya sehingga jagad medsos tidak dipenuhi informasi yang menyesatkan,” katanya.

Dikatakan, Pesantren Al-Hikmah 2 bersama dengan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang, dan SKK Migas Jabanusa bergandengan tangan membekali keterampilan kepada santri agar mampu membuat konten bernarasi positif di jagad maya.

Dia berharap, paskaworkshop potensi menulis para peserta akan tumbuh dan semakin berkembang. Karyanya semakin berkualitas sehingga layak untuk dipublis di media umum, media internal, maupun medsos.

“Dari sekian banyak peserta diharapkan ada yang berhasil menjadi penulis atau produsen konten media yang berkualitas dan menyejukkan jagad media massa maupun media sosial,” kata Gus Sholah.

Wartawan senior Agus Fathuddin Yusuf mengajak santri untuk lebih produktif mengisi media sosial dengan konten-konten positif yang bersumber dari kitab-kitab salaf di pesantren. ”Kalau medsos tidak diisi oleh para santri, maka jangan salahkan bila diisi oleh orang lain dengan konten-konten yang tidak produktif bahkan membahayakan,” kata dosen FISIP Unwahas itu.

Begitu juga wartawan senior Agustoto Widyatmoko menjelaskan, jika hoaks dalam Bahasa Indonesia berarti berita bohong, informasi palsu, atau kabar dusta. ”Menurut kamus bahasa Inggris, hoax artinya olok-olok, cerita bohong, dan memperdayakan alias menipu. Informasi yang direkayasa untuk menutupi informasi sebenarnya,” katanya.

Hoaks menurut Agustoto bentuk penipuan yang tujuannya untuk membuat kelucuan atau membawa bahaya. Upaya pemutarbalikan fakta menggunakan informasi yang seolah-olah meyakinkan tetapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya.

”Tindakan mengaburkan informasi yang sebenarnya, dengan cara membanjiri suatu media dengan pesan yang salah agar bisa menutupi pesan yang benar. Masyarakat harus paham menghadapi hoaks ini,” katanya.

Menurutnya, hoaks itu sesat dan menyesatkan, apalagi jika pengguna internet tidak kritis dan langsung membagikan berita yang dibaca kepada pengguna internet lainnya. she

You Might Also Like

Pentingnya Persatuan Bangsa Berazaskan Nilai Pancasila
Ace Hardware Serahkan Bantuan APD ke Dinkes Kota Semarang dan Petugas Pemakaman Covid-19
Iuran BPJS Sedot APBD Jateng Rp 420 Miliar, Tekan Lewat Sosialisasi Hidup Sehat
Wagub Imbau Pengungsi Merapi Ikuti Arahan BPBD
Selamatkan Organisasi, Pimpinan DMI Se-Jawa Bali Desak PP DMI Segera Gelar Muktamar
TAGGED:cegah hoaksedukasi kesehatanRSI Sultan Agung
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?