By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Iuran BPJS Sedot APBD Jateng Rp 420 Miliar, Tekan Lewat Sosialisasi Hidup Sehat
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Iuran BPJS Sedot APBD Jateng Rp 420 Miliar, Tekan Lewat Sosialisasi Hidup Sehat

Jatengdaily.com
Published: 22 Juni 2022 20:17
Share
Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto.Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pemprov Jateng mesti membayar iuran ke BPJS senilai Rp 420 miliar dalam setahun. Itu merupakan biaya sharing 20 persen yang mesti dibayarkan Pemprov Jateng untuk pembiayaan kesehatan masyarakatnya.

Dana itu digunakan untuk pengobatan atau bersifat kuratif bagi masyarakat Jateng yang sakit dan kemudian periksa atau berobat. Padahal, jika nominal itu digunakan untuk kegiatan yang bersifat promotif atau pencegahan, maka imbasnya cukup luar biasa.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto menyampaikan salah satu penyebab penyakit adalah pola hidup yang tidak tepat. Minim olahraga dan mengonsumsi makanan-makanan siap saji juga begitu berpengaruh.

“Salah satu penyebab pergeseran pola penyakit itu disebabkan adanya perubahan pola perilaku masyarakat dan termasuk pola konsumsinya. Dan Gowes ini untuk sosialisasi budaya hidup sehat pada masyarakat,” kata Yudi Indras Wiendarto usai kegiatan Gowes bersama komunitas sepeda, Selasa 21 Juni 2022.

Kegiatan gowes tersebut diberangkatkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno. Menurutnya, terjadi pergeseran pola penyakit yang ada di masyarakat. Jika sebelum tahun 2000 kecenderungan penyakit yang menyerang adalah penyakit menular karena infeksi maka tahun 2000 ke atas berubah menjadi penyakit degeneratif dan katastropik.

Penyakit degeneratif adalah penyakit yang merusak jaringan tubuh yang tak bisa diperbaiki. Sementara katastropik bisa diartikan penyakit berbiaya tinggi. Seperti penyakit stroke, ginjal, jantung, dan hipertensi.

Sementara penyakit sebelum tahun 2000 biasanya berupa karena infeksi, lingkungan kotor, kurang gizi. Sementara saat ini makan makanan kalori tinggi tapi kalori yang dikeluarkan tak seimbang. Maka kalori menumpuk menjadi lemak

Faktor lain yang juga mesti diwaspadai adalah kemudahan teknologi. Ketersediaan fasilitas pendukung, menjadikan masyarakat malas beraktivitas fisik. Jika dulu ingin mengganti saluran televisi saja harus jalan beberapa langkah mendekat televisi untuk memencet tombol, saat ini cukup menggunakan remote.

Jika sebelumnya membeli makanan harus datang langsung, kini bisa memesan melalui layanan online. Hal itu semakin menurunkan aktivitas fisik seseorang dan menjadikan kalori terus menumpuk. “Kegiatan gowes ini, untuk menyosialisasikan pola hidup sehat pada masyarakat,” lanjut Politikus Partai Gerindra tersebut.

Sekda Jateng Sumarno juga mengungkapkan jika anggaran Rp 420 miliar itu digunakan untuk kegiatan pencegahan penyakit maka diyakini akan berdampak besar. Ia juga mengkritik masyarakat yang terlalu terlalu fokus pada penyembuhan dan bukan menerapkan pola hidup sehat untuk diri dan keluarganya.

“Sepertinya kurang memperhatikan pencegahan penyakit atau jaga kesehatan. Sedikit-sedikit ke rumah sakit, mungkin karena gratis. Padahal mencegah penyakit itu lebih baik dari mengobati,” kata Sumarno.

Kegiatan gowes bersama Komunitas Sepeda Ubur-Ubur tersebut diikuti sejumlah PNS Pemprov Jateng dan DPRD Jateng. Kegiatan dilakukan pada 18-19 Juni 2022. Start di Semarang menuju Pantai Klayar Pacitan Jawa Timur.st

 

You Might Also Like

PLN Icon Plus Regional Jawa Bagian Tengah Wakaf Mushaf Al Qur’an ke Masjid As Salaam
Pesan Menyejukkan Saat Syeh Ali Jaber Bertemu Kang Emil
Polisi Serahkan Berkas Perkara CPNS Fiktif Olivia Nathania ke Kejaksaan
Presiden Prabowo Lantik Brian Yuliarto sebagai Mendiktisaintek, Gantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro
Penentuan SPPG Berbasis Data Penerima Manfaat, Edy Wuryanto Minta Pemda Ikut Awasi BGN 
TAGGED:Anggota Komisi E DPRD JatengIuran BPJS Sedot APBD Jateng Rp 420 MiliarTekan Lewat Sosialisasi Hidup SehatYudi Indras Wiendarto
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?