DEMAK (Jatengdaily.com) – Menutup tahun 2022, sederet penghargaan diraih Pemerintah Kabupaten Demak.Salah satu yang membanggakan adalah diterimanya Piagam Penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI terkait Gerakan Menuju Smart City kategori Smart Living.
Penghargaan diserahkan Direktur Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan kepada Bupati Demak dr Hj Eisti’anah di Jakarta. Bersama enam kota dan kabupaten lain untuk kategori yang beda. Yakni Smart Governance Kota Bandung, Smart Branding Kota Surakarta, Smart Economy Kota Semarang, Smart Environment Kota Madiun, dan Smart Society Kota Yogyakarta. Serta kategori tambahan Terbaik Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional yang diberikan kepada Kabupaten Wonogiri.
Bupati Eisti’anah menyampaikan, Kabupaten Demak terpilih sebagai pemenang kategori Smart Living berkat keberhasilannya dalam meningkatkan kualitas hidup warga. Keberhasilan tersebut terlihat dari berbagai indikator, terutama kesehatan warga.
Sebagai contoh, angka stunting di Kabupaten Demak turun drastis dari 4,1% di tahun 2021 menjadi 2,9% di tahun 2022. Indikator kesehatan lainnya pun mengalami peningkatan, seperti imunisasi balita di angka 91.8% dan persalinan di fasilitas kesehatan mencapai 100%. “Bahkan setiap persalinan di Kabupaten Demak di bawah pengawasan tenaga kesehatan profesional,” tuturnya, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Demak Endah Cahya Rini, Rabu (8/12).
Lebih penting dari itu, lanjut bupati, kunci keberhasilan terletak pada kolaborasi lintas sektoral. Di samping pemanfaatan teknologi digital, seperti diciptakannya inovasi aplikasi Cengkeraman Mata Elang (CME). Yakni suatu terobosan di bidang kesehatan kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, dengan inisiator dari Kepala Puskesmas Bonang II Indah Kusumawati. Berupa aplikasi, yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara ibu hamil dengan petugas kesehatan di wilayah tinggalnya, dalam rangka memantau kondisi kesehatan terkini ibu hamil dan bayi dalam kandungannya.
“Dengan begitu ketika terjadi permasalahan dalam kehamilan tersebut, dapat segera ditangani. Hal itu termasuk bagian upaya pencegahan bayi terlahir dan/atau tumbuh menjadi stunting. Yakni kondisi gagal tumbuh pada anak akibat mal nutrisi,” imbuhnya.
Penghargaan ini menjadi motivasi khusus sekaligus momentum menjadikan Demak lebih maju dan sejahtera. Terlebih karena membangun smart city perlu waktu panjang. Seperti termuat dalam masterplan yang dirancang dan ditetapkan dengan Peraturan Bupati Demak pada 2019, ditargetkan capaiannya pada 2030. Maka itu perlu dukungan semua stakeholder, di samping pembiayaan yang memadai dan partisipasi masyarakat.
“Era disrupsi menjadi momentum kami untuk membangun interaksi yang lebih produktif. CME merupakan ikhtiar agar layanan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil tertangani maksimal. Kami berharap optimalisasi IT menjadi jalan keluar sekaligus memberi nilai tambah,” kata Endah Cahya Rini.
Lebih lanjut dijelaskan, smart city di Kabupaten Demak dibangun untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara lebih cepat, mudah, murah, efisien dan efektif. Di samping memberikan rasa nyaman bagi kehidupan masyarakat maka beberapa kemudahan diberikan.
Gayung bersambut, Kabupaten Demak terpilih di antara 100 Kabupaten Kota Smart City tahun 2019 yang mendapatkan pendampingan langsung dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Berkat kerja keras, cerdas dan cepat semua OPD dibawah koordinasi langsung Bupati, pelaksanaan Renaksi Masterplan Smart City 2022 menunjukkan pencapaian lebih dari 97 persen.
Terlihat dari enam quick wins terkait enam pilar smart city. Meliputi Smart Branding dengan quick wins Taman Kali Tuntang, Smart Economy dengan quick wins Sipanda ( Sistem Informasi Pendapatan Daerah ), Smart Environment dengan quick wins Bank Sampah, serta Smart Society dengan Quick Wins Basimda (Bantuan Siswa Miskin Daerah).
Di samping Smart Governance dengan quick wins Layanan Aduan Hallo Demak (SP4N LAPOR), yang beberapa kali mendapatkan penghargaan Kabupaten Terbaik dalam Pengelolaan Aduan Tingkat Nasional (2020), dan Enam Besar Outstanding Achievement Tingkat Nasional (2021). Serta Smart Living dengan quick wins Cengkraman Mata Elang (CME).
Mengenai CME, bertolak dari tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Demak, maka kami menyiapkan Aplikasi CME yang berfungsi untuk memantau kondisi ibu hamil. Semua data ibu hamil terinput dalam aplikasi CME, dan akan muncul notifikasi pada ibu hamil resiko tinggi serta Hari Perkiraan Lahir. Masyarakat dapat membantu melaporkan jika menemui ibu hamil dan dari data diri ibu hamil akan terinput dalam Aplikasi yang tindaklanjuti oleh Kader CME sesuai tempat tinggal ibu hamil.
Dalam perkembangannya ditambahkan fitur stunting sebagai deteksi dini pertumbuhan anak sejak dini untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Demak sesuai Perpres No 72 Tahun 2021. CME pun mendapat Apresiasi Tingkat Nasional. Selain pada 2020 masuk dalam TOP 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Oleh KEMENPAN RB, pada 2021 CME menjadi best practices aksi pencegahan dan penanggulangan stunting terintegrasi melalui delapan aksi konvergensi oleh Kementerian Dalam Negeri dan 2022 mendapat Apresiasi Inovasi Penurunan Stunting dalam Scaling Up Nutrition (SUN) Annual Meeting oleh Kementerian PPN/BAPPENAS. rie-yds


