By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Gelombang Pasang Hambat Pembuatan Tanggul Darurat Atasi Rob di Tanjung Emas Semarang
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Gelombang Pasang Hambat Pembuatan Tanggul Darurat Atasi Rob di Tanjung Emas Semarang

Last updated: 27 Mei 2022 18:14 18:14
Jatengdaily.com
Published: 27 Mei 2022 18:13
Share
Tim Gabungan melakukan penanganan tanggul darurat di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jumat (27/5/2022). Foto: BPBD Jateng
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Tim Gabungan terus berupaya melakukan penanganan rob di Kota Semarang dengan pembuatan tanggul darurat. Ini dilakukan menyusul jebolnya tembok pelindung kawasan industri Lamacitra, yang diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir rob di wilayah Tanjung Emas.

Penanganan pembuatan tanggul darurat masih dilakukan hinggaJumat (27/5/2022). Penanganan jebolan tembok pelindung yang berbatasan langsung dengan laut itu merupakan tindak lanjut dari hasil koordinasi yang dilakukan antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kota Semarang, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), PT. Pelindo dan pihak teknis lainnya.

Baca Juga: Banjir Rob dan Gelombang Pasang di Pantura Jateng, Data BNPB: 13 Daerah Terdampak

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D dalam keterangan tertulis Jumat (27/5/2022) menyebutkan, lintas BPBD antar kabupaten/kota mulai dari BPBD Kota Salatiga, BPBD Kabupaten Kudus, BPBD Kabupaten Blora, BPBD Kabupaten Grobogan, BPBD Kabupaten Semarang, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara dan BPBD Kabupaten Wonosobo bergotong-royong untuk membantu penanganan darurat.

“Selain dari BPBD, bantuan personel juga datang dari Polda Jawa Tengah, Polrestabes Semarang, SAR Polairud Jawa Tengah, TNI AL Lanal Semarang, TNI AD Kodim 0713 BS Semarang, TNI AD Kodam V Diponegoro dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.”

Adapun penanganan darurat itu dilakukan dengan membuat tanggul sementara guna menutup jebolan tembok pelindung menggunakan 3.500 kantong pasir dari Pelindo, 1.000 kantong pasir dari PT. Lamicitra Nusantara, 2 truk tronton kantong pasir dari DPU Kota Semarang dan BBWS dan geobag dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Tim gabungan itu juga menggunakan potongan bambu dan peralatan lain seadanya untuk menambal dua titik tembok penahan yang jebol sepanjang 20 meter di PT. Lamicitra Nusantara dan 7 meter di sisi barat.

Sementara itu, tambah Muhari, beberapa kendala yang menjadi tantangan bagi tim gabungan dalam penanganan darurat adalah masih berlangsungnya gelombang pasang, kondisi wilayah terdampak di Kelurahan Tanjung Mas dengan topografi yang mengakibatkan air sulit keluar, terbatasnya pompa air dan akses menuju lokasi yang sulit dilalui.

Berdasarkan data perkembangan hingga hari ini, Jumat (27/5), hampir seluruh wilayah kabupaten dan kota di sepanjang pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah dilanda banjir rob dan gelombang pasang sejak Senin (23/5). Adapun wilayah terdampak adalah Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang.

Peristiwa banjir rob yang meluas itu menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dipicu oleh beberapa faktor di antaranya adalah adanya fenomena perigee, yakni kondisi jarak terdekat bulan dengan bumi. Pada kondisi ini, orbit bulan berada di dekat bumi dan dapat mempengaruhi adanya pasang surut air laut. Adapun faktor lain adalah adanya peningkatan ketinggian gelombang yang terjadi di utara jawa.

Sebelumnya BMKG telah mengeluarkan informasi peringatan dini sejak 13 Mei 2022 terkait adanya potensi banjir pesisir di beberapa wilayah Indonesia yang bersamaan dengan datangnya fase bulan purnama dan perigee. Menurut BMKG, banjir rob seperti yang terjadi di sepanjang pantura diprediksi dapat berlangsung hingga beberapa hari ke depan. yds

You Might Also Like

PSIS Nodai Rekor PSM Makassar
Polda Jateng Bekuk Komplotan Perampok Driver Online
Jadi Tuan Rumah ASG, Hendi Ingin Indonesia Juara
SG Kolaborasi Dinkop dan UKM Jateng Dorong Pengembangan Bisnis Batik Lasem
Hujan Deras Kaligawe Dikepung Banjir
TAGGED:bnpbBPBD Jatenggelombang pasangPelabuhan Tanjung Emas Semarangpenanganan robrob semarangtanggul darurattim gabungan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?