Islamophobia Harus Dilawan

4 Min Read
Gunoto Saparie

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Islamophobia harus dilawan, karena sangat merugikan Islam dan umat Islam dicitrakan serba negatif, seakan tidak ada baiknya. Islamophobia adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka, diskriminasi, ketakutan, dan kebencian terhadap Islam dan umat Islam.

Hal itu dikemukakan Fungsionaris Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Orwil Jawa Tengah Gunoto Saparie ketika menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) di depan jamaah salat isya, tarawih, dan witir Masjid Baitussalam, Jalan Taman Karonsih Raya, Ngaliyan, Semarang, Sabtu malam, 16 April 2022. Bertindak sebagai imam Kiai Nurkhamid.

Menurut Gunoto, Islamophobia terjadi ketika Islam dipersepsikan sebagai sebuah ancaman. Hal ini mengacu pada ketakutan dan kebencian terhadap Islam dan berlanjut pada ketakutan serta rasa tidak suka kepada orang-orang Islam. Kebencian dan rasa tidak suka ini berlangsung terutama di beberapa negara Barat.

Islamophobia, demikian Gunoto yang juga Seksi Dakwah Takmir Masjid Baitussalam, tidak dapat dipisahkan dari problema prasangka terhadap orang muslim dan orang yang dipersepsi sebagai muslim. Prasangka antimuslim juga muncul karena melihat simbol-simbol yang dipersepsikan sebagai identitas muslim, misalnya jilbab, sarung, peci, baju koko, jidat hitam atau gosong, jenggot, atau celana cingkrang. Prasangka antimuslim bahkan terjadi pada nama-nama yang kearab-araban.

“Islamophobia adalah bentuk ketakutan berupa kecemasan yang dialami seseorang maupun kelompok sosial terhadap Islam dan orang-orang Muslim. Munculnya ketakutan itu bersumber dari pandangan yang tertutup tentang Islam,” ujarnya seraya menambahkan jika Islamophobia sudah lama dijadikan alat propaganda untuk menjelekkan Islam dan umat Islam. Istilah itu lebih populer setelah terjadi peristiwa serangan 11 September 2001 yang meruntuhkan menara World Trade Center (WTC) di New York.

Gunoto mengajak kita membaca sejarah, yaitu ketika Nabi Muhammad datang pertama kali membawa Islam, bagaimana ketakutan muncul di kalangan orang-orang Quraisy di Mekah. Mereka mengkhawatirkan akan datangnya suatu kekuatan baru yang akan berkuasa, sehingga orang-orang Quraisy menentang dan menghalangi penyebaran agama Islam.

“Peristiwa ini hampir mirip dengan fenomena Islamophobia ketika terjadi ketakutan bahwa Islam akan menjadi kekuatan nilai baru yang menggantikan nilai-nilai lama dalam masyarakat,” tandasnya.

Gunoto menyebutkan, paling tidak ada beberapa faktor yang mengakibatkan mereka melakukan kebencian terhadap Islam dan umat Islam. Antara lain faktor teologis. Mereka islamophobia, membenci Islam dan umat Islam, penyebabnya bisa karena faktor teologis atau keyakinan agama.

Selain itu, lanjut Gunoto, faktor kepentingan politik. Negara besar yang menjadikan Islam dan umat Islam sebagainya musuhnya, bisa mengobarkan islamophobia kepada bangsanya, yang kemudian negara-negara demokrasi seperti Indonesia mengikutinya. Faktor lain adalah kepentingan ekonomi. Mereka yang ingin menguasai ekonomi Indonesia, bisa mengobarkan islamophobia untuk melemahkan bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim, agar mudah dikuasai atau dikendalikan jika sudah terpecah belah.

Di samping itu, menurut Gunoto, ada faktor kekuasaan, Mereka yang lemah imannya, jika diberi kekuasaan, bisa islamophobia untuk mengikuti penguasa. Faktor berikutnya adalah harta, pasangan hidup, atau anak. Mereka yang lemah pemahaman agama, walaupun Muslim, bisa berbalik membenci, dan mendiskreditkan Islam

Karena itu, tambah Gunoto, kita perlu melawan Islamophobia dengan engajarkan Islam kepada anak-anak kita sejak kecil agar memahami Islam secara baik dan menyayangi sesama umat Islam dan sesama umat manusia. Selain itu melaksanakan dakwah agar umat Islam menjauhi islamophobia.

“Kita juga harus enggunakan media sosial dan internet untuk melancarkan dakwah guna menyadarkan umat tentang pentingnya membela Islam dan umat Islam,” tegasnya seraya mengingatkan tentang pentingnya memilih pemimpin yang selalu menyatukan bangsa, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan mencegah islamophobia di kalangan bangsa Indonesia.st

 

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.