SEMARANG (Jatengdaily.com) – Jelang putaran kedua Liga 1 yang mulai berputar Kamis (6/1/2022), PSIS mulai menyiapkan amunisi baru dengan mendatangkan dua pemain Liga 2 yang baru saja berakhir.
Kedua pemain yang direkrut PSIS yakni bek sayap eks PSIM Yogyakarta Taufik Hidayat, dan eks pemain PSMS Medan Rahmad Hidayat.
Taufik Hidayat sendiri dulu pernah berkostum PSIS, yakni saat mengantarkan Laskar Mahesa Jenar promosi ke Liga 1 pada tahun 2017 lalu. Pemain asal Sayung, Demak ini akan berseragam PSIS pada putaran kedua BRI Liga 1 setelah kemarin memperkuat PSIM Yogyakarta di kompetisi Liga 2 hingga babak semifinal.
Menurut General Manager PSIS, Wahyoe “Liluk” Winarto, Taufik didatangkan karena pemain berusia 28 tahun tersebut dianggap mampu untuk memperkuat pos bek sayap PSIS.
“Taufik kami datangkan di putaran kedua ini untuk memperkuat pos bek sayap. Sebelumnya kan juga sudah sama PSIS di Liga 2 lalu dan dia sempat ke beberapa klub untuk cari pengalaman sampai main di AFC Cup. Kami rasa kualitas Taufik juga masih terjaga sampai saat ini. Semoga Taufik bisa memberikan yang terbaik untuk PSIS dan membawa tim ini mencapai target,” ujar Liluk pada Senin (3/1/2022).
Taufik Hidayat sendiri mengaku bersyukur bisa kembali ke rumah dan berjanji akan memberikan kemampuan terbaiknya untuk PSIS. “Alhamdulillah kembali ke rumah. Pasti senang dan saya pribadi akan memberikan yang terbaik untuk PSIS supaya mencapai target tahun ini,” tandasnya.
Pemain baru PSIS Semarang, Rachmad Hidayat menceritakan alasannya cepat menerima tawaran Laskar Mahesa Jenar untuk mengarungi paruh kedua BRI Liga 1.
Rachmat bercerita bahwa ia sebetulnya ingin beristirahat setelah membela PSMS Medan di kompetisi Liga 2 karena ia baru saja dikaruniai momongan.
Namun, setelah mendapat tawaran PSIS, Rachmad langsung mengiyakan karena PSIS merupakan klub berserajah dan penuh pemain muda sehingga menjadi tantangan tersendiri untuk ia pribadi.
“Alhamdulillah ya saya bisa gabung ke PSIS. Klub lama penuh sejarah. Dulu waktu masih kecil masih SSB saya juga sering lihat di TV nonton PSIS ada striker macam De Porras. Itu merupakan kebanggaan bagi saya sendiri,” ujar Rachmad. yds


