By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kesbangpol Jateng Sebut Khilafatul Muslimin Penyebaran Terbesar di Soloraya, dan Tidak Terdaftar
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kesbangpol Jateng Sebut Khilafatul Muslimin Penyebaran Terbesar di Soloraya, dan Tidak Terdaftar

Last updated: 10 Juni 2022 11:25 11:25
Jatengdaily.com
Published: 10 Juni 2022 11:25
Share
Abdul Qadir Hasan Baraja Pimpinan Khilafatul Muslimin. Foto: YouTube
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah menyatakan pusat penyebaran anggota Khilafatul Muslimin terbanyak berada di wilayah Jateng, Yogyakarta dan Soloraya. Mesti organisasinya tidak terdaftar, pihak Pemprov Jateng hanya mengawasi kegiatannya.

“Untuk wilayah terbanyak penyebaran Khilafatul Muslimin di Jateng itu wilayah barat meliputi Tegal, Brebes, Banyumas, dan Soloraya. Dan saya pastikan ormas-ormas seperti itu tidak terdaftar. Kalaupun mendaftar tidak kami proses, karena ideologinya mengarah ke khilafah. Maka kita hanya mengawasi kegiatannya,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa (Kesbangpol) Jawa Tengah, Haerudin di Semarang, Kamis (9/6).

Dia menyebut organisasi tersebut memiliki sistem perwilayah dan bukan pemerintahan. Sehingga, penyebaranya sendiri tergantung induk tiap wilayah.

“Jadi mereka sistemnya bukan wilayah pemerintahan. Jadi mereka mempunyai per wilayah sendiri,” ungkapnya.

Terkait dampak organisasi tersebut di Jateng, Kesbangpol menilai tidak terlalu signifikan. Sebab, perkembanganya hingga saat ini stagnan atau stabil.

“Pengaruhnya jumlahnya sedikit di Jateng, misal di Klaten, itu hanya 96 orang saja dan yang aktif 50-an, sekarang 54. Terus di Brebes sendiri 100 orang. Jadi masing-masing daerah sedikit sebenarnya, dan tidak berkembang, paling itu-itu saja anggotanya. Masyarakat umum belum tertarik,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun dari ketiga perkumpulan milik Khilafatul Muslimin diantaranya ada yang terdaftar. Yakni yayasan pendidikan yang berada di Bekasi.

“Biar lebih jelas, Khilafatul Muslimin punya tiga perkumpulan, yayasan pendidikan Khilafatul Muslimin, kemudian Khilafatul Muslimin itu sendiri dan perkumpulan silat. Dan yang terdaftar Kemenkumham itu malahan yayasan pendidikanya. Kalau kelompok dakwahnya saya pastikan tidak,” pungkasnya. adri-she 

You Might Also Like

Gedung Baru RSUD dr Soeselo Slawi Senilai Rp 80 Miliar Segera Dibangun
Gempa Bumi 3,7 Magnitudo Guncang Maumere
Regulasi Perpajakan bagi Notaris/PPAT Perlu Direformulasi
Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku, Polres Demak Edukasi Peternak
Lomba Baca Kitab Kuning, Jaga Tradisi Santri saat Pandemi
TAGGED:Kesbangpol JatengKhilafatul Muslimin
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?