Lomba Baca Kitab Kuning, Jaga Tradisi Santri saat Pandemi

Lomba baca kitab kuning yang diselnggarakan DPW PKS Jateng diikuti oleh puluhan peserta se-Jawa Tengah. Foto: ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Tengah (DPW PKS Jateng) bersama Fraksi PKS DPRD Jawa Tengah menggelar lomba baca kitab kuning yang diikuti oleh puluhan peserta se-Jawa Tengah, Minggu (13/12/2020). Masa pandemi COVID-19, tahun ini lomba dilakukan secara online dan diadakan sekaligus memperingati hari santri 2020 yang jatuh pada tanggal 20 Oktober lalu.

Ketua DPW PKS Jawa Tengah, A Fikri Faqih menyampaikan bahwa tradisi santri dan pesantren harus tetap ada walaupun di masa pandemi. Jika biasanya dilakukan secara offline maka sekarang dilakukan secara online.

“Kita lakukan lomba ini secara online untuk menjaga jarak dan mencegah penyeberan COVID-19. Walaupun masih dalam masa pandemi, kita jangan patah semangat dalam menjaga tradisi santri” tambah Fikri.

Antusiasme masyarakat Jateng terhadap lomba kitab baca kitab kuning sendiri pun terbilang cukup tinggi, “Alhamdulillah, masyarakat Jateng terbilang cukup antusias dalam mengikuti lomba ini, Hal ini dibuktikan dengan peserta yang mendaftar mencapai 100 orang yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah,” jelas Fikri.

Ketua Panitia Pelaksana Lomba Baca Kitab Kuning, Nurhadi Susilo menjelaskan, lomba digelar melalui layanan konferensi jarak jauh di mana pembukaan dan babak final ditayangkan dalam laman youtube PKS Jawa Tengah. Dengan membaca kitab Fathul Mu’in karya Syeikh Zainuddin Bin Abdul Aziz Al Malibari.

Ia menambahkan, lomba dibagi ke dalam kategori putera dan puteri. Setiap peserta akan membaca kitab kuning di hadapan satu juri sesuai undian di tempat. Kemudian dari setiap peserta, diambil 3 peserta terbaik yang nantinya akan maju kedalam sesi kedua.

“Sesi kedua adalah sesi di mana 3 peserta akan diminta untuk membaca kitab kuning di hadapan 3 juri sekaligus. Dari sesi kedua akan diambil 1 terbaik dari masing-masing kategori. Para pemenang ini nantinya akan mewakili provinsi Jawa Tengah untuk maju dalam lomba kitab kuning tingkat nasional,” tambahnya.

Sementara itu Sururul Fuad Anggota Fraksi PKS DPRD Jateng menyatakan bahwa ini merupakan bentuk kontribusi PKS bahwa PKS sejalan dengan para santri dan ulama dalam memperjuangkan nilai-nilai kebaikan.

PKS ingin menegaskan keberadaan pondok pesantren terutama peran para santri dan sumbangsihnya bagi bangsa Indonesia. karena salah satu hal yg senantiasa dijaga oleh Pondok Pesantren dalam sumbangsihnya untuk Islam dan Indonesia adalah spirit menjaga orisinalitas ilmu dan intelektualitas Islam. yds