DEMAK (Jatengdaily.com) – Anomali cuaca berlangsung akhir-akhir ini menyebabkan kemarau cenderung basah di beberapa daerah di Indonesia. Curah hujan yang masih tinggi di tengah kemarau tersebut terindikasi telah memicu perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Seperti terjadi di desa Ketanjung Kecamatan Karanganyar. Selama Juni ini, khususnya di wilayah RW II, dilaporkan adanya kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD). Seiring ditemukannya satu kasus di awal Juni, dan berkembang pesat menjadi empat kasus pada 11-24 Juni.
Menurut Program Surveilans Puskesmas Karanganyar I Ahmad Muhajir AMK, KLB DBD terpantau di Desa Ketanjung sejak adanya kasus berturutan dalam seminggu. “Awalnya satu kasus, puncaknya ketika tiba-tiba berkembang menjadi empat kasus di wilayah RW II pada 11-24 Juni, sehingga terkategori KLB,” ujarnya, Kamis (30/6).
Sebagai langkah antisipasi pencegahan penyebaran, Puskesmas Karanganyar I bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Demak melakukan fogging atau pengasapan. Sebagai tindaklanjut langkah penyelidikan epidemiologi dan himbauan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang udah dilakukan sebelumnya.
Sebaran kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar I sejak Januari hingga 28 Juni 2022 total sebanyak 29 kasus. Dengan perincian Desa Karanganyar enam kasus, Wonorejo (2), Cangkring Rembang (1), serta Cangkring Pos (3). Selain itu Desa Tuwang sebanyak satu kasus, Undaan Kidul (7), Undaan Lor (4 ), Ngemplik (1), dan yang terakhir Ketanjung empat kasus.
Pada saat sama Promotor Kesehatan M Nurhidayatullah SKM menambahkan, PSN sebagai langkah antisipasi dan memutus perkembang biakan nyamuk Aedes aegypti yang dimaksud adalah menghimbau masyarakat untuk menerapkan 3M+. Yakni menguras dan menyikat penampungan air, lanjut dengan menutup penampungan air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Selain itu kami juga mengimbau warga sekitar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, di samping kelancaran saluran air pembuangan sehingga tidak menyebabkan genangan. Antara lain melalui kegiatan gotong royong bersih-bersih desa, dengan semangat ‘Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati’,” pungkasnya. rie-st


