By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Langgar Merdeka, dari Toko Ganja jadi Tempat Ibadah
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
JedaNewsSeni Budaya

Langgar Merdeka, dari Toko Ganja jadi Tempat Ibadah

Last updated: 6 April 2022 21:44 21:44
Jatengdaily.com
Published: 6 April 2022 21:41
Share
Langgar Lweyan di Kota Solo Jawa Tengah. Foto: yanuar
SHARE

SOLO (Jatengdaily.com) – Bangunan-bangunan bersejarah di kawasan Laweyan Kota Solo hingga kini masih banyak berdiri kokoh. Selain rumah-rumah kuno yang dulunya menjadi sentra pembuatan batik, ada satu bangunan yang juga masih kokoh dan dimanfaatkan masyarakat, yakni Langgar Merdeka.

Tempat ibadah umat muslim ini berada di Jalan Dr Radjiman nomor 565 Laweyan Solo, dan terletak di pinggir jalan raya kawasan kampung batik Laweyan.

Sekilas bangunan tersebut tak terlihat sebagai sebuah langgar atau masjid kecil. Berbentuk bangunan rumah kolonial dengan luas 179 meter persegi terdiri dua lantai. Pada lantai dua digunakan tempat ibadah sedangkan lantai bawah untuk pertokoan yang dikelola yayasan Langgar Merdeka, untuk pembiayaan langgar tersebut.

Dikutip laman kemdikbud.go.id, Langgar Merdeka merupakan hibah atau wakaf H. Imam Mashadi. Dulunya merupakan milik seorang pengusaha China dan dibeli Imam Mashadi untuk dibangun sebagai langgar tempat ibadah umat muslim pada tahun 1942. Pada Agresi Militer Belanda bangunan tersebut sempat menjadi markas pejuang, hingga diserang pihak Belanda namun tetap berdiri kokoh.

Hingga kini tembok bangunan Langgar Merdeka masih terlihat tulisan angka tahun 7-7-1877 yang diperkirakan sebagai tanggal pembangunan pertama. Oleh pemiliknya saat itu yang warga China, dikutip laman pemkot solo, bangunan tersebut digunakan untuk toko yang menjual candu untuk pengobatan dan salah satu jenisnya ganja.

Karena toko gulung tikar, kemudian dibeli H Imam Mashadi dan direnovasi untuk dijadikan sebuah langgar, mulai dibangun pada tahun 1942 dan selesai 1946.

Diresmikan oleh Menteri Sosial pertama Mulyadi Joyo Martono dengan nama Langgar Merdeka. Saat Agresi Militer II sekitar tahun 1949 nama diubah menjadi Langgar Al Ikhlas. Perubahan nama tersebut karena Belanda melarang ada nama merdeka, namun ketika agresi berakhir tahun 1950 masyarakat kembali menyebutnya sebagai Langgar Merdeka hingga sekarang.

Langgar Merdeka menjadi salah satu saksi sejarah syiar Agama Islam maupun perjuangan pascakemerdekaan di Kota Solo dan sekitarnya. Sampai sekarang Langgar Merdeka masih digunakan sebagai tempat ibadah. Begitupula di bagian lantai bawah juga masih dimanfaatkan untuk pertokoan. yds

You Might Also Like

Isolasi Mandiri, Gisel Sudah 2 Kali Tidak Jalani Wajib Lapor di Polda Metro Jaya
Dorong Percepatan Insfrastruktur Desa, Semen Gresik Bangun Tebing Sungai Rp175 Juta di Desa Pasucen Rembang
Connie Constantia Luncurkan Buku Kisah Hidupnya
Warga Lereng Merapi Mengungsi, Dua TPS di Tlogolele Dipindah
BPK Jateng Terima LKPD Unaudited dari Tiga Kabupaten
TAGGED:kampung batik sololanggar merdekalaweyan solotoko ganja
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?