By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: P3M PTRWK Kampus Pekalongan Ajari Masyarakat Olah Sampah dan Kotoran Ternak untuk Pupuk
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

P3M PTRWK Kampus Pekalongan Ajari Masyarakat Olah Sampah dan Kotoran Ternak untuk Pupuk

Last updated: 9 November 2022 05:15 05:15
Jatengdaily.com
Published: 9 November 2022 05:15
Share
Tim P3M PTRWK Kampus Pekalongan Undip berfoto bersama warga Desa Tanjung, Pekalongan dalam sosialisasi olah sampah organik dan kotoran ternak menjadi pupuk. Foto: dok
SHARE

PEKALONGAN (Jatengdaily.com)- Program Studi Perencanan Tata Ruang Wilayah dan Kota (PTRWK) Kampus Pekalongan Universitas Diponegoro (Undip) mendorong masyarakat di Desa Tanjung, Pekalongan untuk mengolah sampah organik dan kotoran ternak menjadi pupuk sebagai salah satu media tanam dengan adanya kegiatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M).

Acara yang berlangsung di Kampus Pekalongan tersebut telah diselenggarakan pada 30 Oktober 2022 dan mendapat antusiasme warga. Banyak dari masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan praktek pembuatan pakan ternak dalam kesempatan itu.

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat ini dihadiri oleh seluruh tim pengabdian, perangkat desa Tanjung Kulon dan masyarakat di Desa Tanjung Kulon khususnya para pemilk ternak dan petani dengan jumlah peserta sejumlah 27 orang. Acara ini juga dihadiri oleh perangkat Desa Sabarwangi yang juga berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan tersebut.

Baca Juga: Polisi Diduga Selingkuh di Purworejo Akhirnya Dipecat

Deny Aditya Puspasari selaku ketua tim pengabdian mengatakan, adanya antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi modal utama dalam kegiatan ini. Ke depan diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pendapatan khususnya untuk meningkatkan potensi bidang pertanian dan peternakan yang ada di Desa Tanjung Kulon.

“Tujuan dari diadakannya Program Pengembangan dan Pemberdayaan ini adalah untuk mengajak masyarakat memanfaatkan potensi peternakan dan pertanian yang ada untuk bisa dimanfaatkan kembali secara lebih ramah lingkungan. Selain itu, harapan ke depannya dengan adanya potensi pengolahan limbah peternakan juga dapat dimanfatakan oleh masyarakat untuk meningkatkan pendapatan khususnya masyarakat yang bekerja sebagai petani dan pemilik ternak,” jelasnya dalam rilisnya, Rabu (9/11/2022).

Kegiatan pengabdian ini dibagi menjadi tiga sesi. Pada sesi pertama yaitu penyampaian materi terkait Komposisi pembuatan pakan ternak yang disampaikan oleh Dr. Ir. Marry Christiyanto, M.P., I.P.M. Pada sesi ini masyarakat khususnya para pemilik ternak yang ada di Desa Tanjung Kulon diberikan arahan mengenai komposisi pakan ternak yang baik untuk menghasilkan pupuk kandang yang memiliki kualitas baik.

Baca Juga: Pelaku Video Mesum Kebaya Merah Ditangkap di Medokan Surabaya, Motif Masih Didalami Polisi

Sesi selanjutnya adalah penyampaian materi mengenai pembuatan pupuk cair organik yang mana pada sesi ini disampaikan oleh Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt, M.Si., IPM. Pada materi tersebut masyarakat diberikan pemahaman bagaimana cara membuat pupuk cair organik, bagaimana melakukan pengemasan dan memasarkan pupuk tersebut. Selain itu, masyarakat juga diberikan contoh penggunaan beserta manfaatnya dari pupuk organik untuk meningkatkan produksi hasil pertanian yang dimiliki oleh warga.

Setelah penyampaian materi oleh para narasumber kemudian pada sesi ke tiga selanjutnya masyarakat diajak untuk mempraktikkan membuat pakan ternak yang baik beserta cara membuat pakan ternak dengan kualitas yang baik dan membuat pupuk organik yang dibuat dari kotoran ternak.

”Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut dikarenakan dengan adanya pelatihan ini masyarakat bisa mendapatkan pendapatan lebih dengan meningkatkan kualitas dari hewan ternak yang mereka miliki. Tidak lupa di akhir kegiatan masyarakat juga diberikan hasil pupuk organik yang telah dibuat dengan contoh kemasan yang lebih menarik untuk dijual,” jelasnya. she

You Might Also Like

Dampak Tragedi Kanjuruhan, Laga Liga Indonesia Baru Dihentikan Sementara
Stadion Jatidiri Semarang Terus Ditata agar Layak Gelar Liga 1
KAI Pastikan Siap Memberikan Pelayanan dan Fasilitas Optimal di Masa Nataru
Enam Jago Partai Golkar Libas Kotak Kosong di Jateng
Ke Jatim, Hari Ini Presiden Silaturahmi dengan Keluarga Korban KRI Nanggala 402, Panen Padi, hingga Tinjau Lokasi Terdampak Gempa
TAGGED:P3M PTRWK Kampus PekalonganProgram Studi Perencanan Tata Ruang Wilayah dan Kota Undip
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?