By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pasar Hewan di Solo Raya Ramai-ramai Ditutup Sementara, Cegah PMK
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pasar Hewan di Solo Raya Ramai-ramai Ditutup Sementara, Cegah PMK

Last updated: 26 Mei 2022 17:23 17:23
Jatengdaily.com
Published: 26 Mei 2022 17:23
Share
Ilustrasi. Hewan ternak sapi di Boyolali. Foto: bnpb
SHARE

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Sejumlah pasar hewan di Karisidenan Surakarta atau Solo Raya ramai-ramai ditutup pihak pemerintah daerah setempat. Penutupan sementara pasar hewan tersebut menindaklajuti kian merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak belakangan.

Sejumlah daerah yang menutup pasar hewan tersebut di antaranya di Kabupaten Boyolali, Klaten, Wonogiri dan Sukoharjo. Langkah ini diambil untuk mencegah penularan hewan ternak dari daerah lain yang masuk ke pasar hewan tersebut.

Baca Juga: Penyekatan Lalu Lintas Hewan Ternak di Demak, Cegah PMK

Di Boyolali lima pasar hewan ditutup sementara mulai tanggal 27 Mei hingga 10 Juni mendatang. Lima pasar Hewan itu ada di Jelok Cepogo, Karanggede, Nogosari, Simo, dan Ampel.

Pihak Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah melakukan pelacakan (tracking) terhadap 4.473 ekor hewan ternak. “Dari pelacakan terhadap 4.473 ekor hewan ternak itu, ada 360 ekor suspek dan 21 ekor positif terpapar PMK,” kata Kepala Disnakkan Kabupaten Boyolali Lucia Dyah Suciati usai rapat koordinasi penanganan PMK di Boyolali.

Sedangkan Pemkab Klaten mengeluarkan kebijakan penutupan pasar ternak sementara di enam pasar hewan selama 14 hari mulai tanggal 25 Mei – 7 Juni 2022. Pasar hewan yang ditutup di antaranya di Prambanan, Jatinom, Wedi, Pedan, Cawas serta Plembon.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengungkapkan perkembangan PMK di Kabupaten Klaten tiap hari mengalami kenaikan kasus dan 99% kasus suspek mengarah ke PMK. Di Kabupaten Klaten terdapat 6 kasus terkonfirmasi dan 63 suspek PMK yang tersebar di 6 kecamatan dan 12 desa.

Penutupan pasar hewan juga dilakukan di Kabupaten Sukoharjo, Penutupan tersebut dimulai Selasa (24/5) hingga 6 Juni 2022 mendatang. Begitupula di Kabupaten Wonogiri yang sebelumnya juga sudah mengambil kebijakan penutupan sementara pasar hewan. yds

You Might Also Like

Merapi Keluarkan Awan Panas Lagi, Cepogo Hujan Abu
GoZero – Sustainability Action by Telkom Indonesia untuk Aksi Nyata ESG Telkom Demi Masa Depan Berkelanjutan
Sikapi Perbedaan, Masjid Ukhuwah Islamiyah Siap Laksanakan Dua Solat Idul Fitri
Koperasi Desa Merah Putih Digagas Atasi Kemiskinan
Hadir di Acara Hari Pers Nasional 2023, Bupati Kendal Menjadi Pembicara Utama di Forum Diskusi Potensi dan Peluang Investasi Kendal
TAGGED:boyolaliklatenpasar hewan ditutuppasar hewan solo rayaPenyakit Mulut dan Kukupmk
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?