By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Pembangunan Bendungan Jlantah di Karanganyar Capai 47,77 Persen, Ditarget Selesai 2023
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pembangunan Bendungan Jlantah di Karanganyar Capai 47,77 Persen, Ditarget Selesai 2023

Last updated: 17 November 2022 05:49 05:49
Jatengdaily.com
Published: 17 November 2022 05:49
Share
Pembangunan Bendungan Jlantah di Karanganyar. Foto: KemenPUPR
SHARE

KARANGANYAR (Jatengdaily.com)- Pembangunan fisik bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah kini mencapai 47,77 persen. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengingatkan kepada para kontraktor dan konsultan pengawas untuk meningkatkan metode kerja dan memperhatikan aspek lingkungan.

“Manajamen konstruksi dan metode kerjanya agar lebih ditingkatkan dan lebih memperhatikan kelestarian lingkungan. Misalnya, dalam penanganan sisa material (disposal) dan penanganan lereng/tebing. Jangan menebang pohon jika tidak diperlukan,” kata Menteri Basuki dilansir dari laman pu.go.id, Kamis (17/11/2022).

“Sebab, lebih sulit untuk mengembalikan fungsi lingkungan yang rusak atau terdegradasi, dibandingkan menjaganya dengan baik. Dibutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit untuk mengembalikan kondisi lingkungan,” ujarnya.

Ditambahkan Menteri Basuki, metode kerja juga perlu memperhatikan ketelitian dalam setiap aspek pekerjaan. “Kualitas bangunan tidak hanya dilihat dari major construction tetapi juga pekerjaan detail untujk estetika, misalnya pekerjaan penataan lansekap hijau atau taman,” pesan Menteri Basuki.

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, kontraktor dan konsultan pengawas juga harus menaruh perhatian besar terhadap kondisi cuaca dan iklim yang berdampak pada keamanan konstruksi.

“Konsultan harus bisa memutuskan kapan konstruksi harus dihentikan sementara karena hujan ekstrem, mengingat lokasi bendungan yang berada di dataran tinggi seperti halnya Bendungan Ciawi,” ujarnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Maryadi Utama mengatakan, Bendungan Jlantah dengan kapasitas tampung 11 juta m3 akan mengairi 1.500 ha persawahan di Daerah Irigasi (DI) Tlobo dan DI Bondokukuh. “Juga sebagai sumber air baku sebesar 150 liter/detik, potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 MW, reduksi banjir, serta konservasi dan pariwisata di Kabupaten Karanganyar,” ujarnya.

Pembangunan bendungan ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) dan PT Adhi Karya melalui skema KSO dengan nilai kontrak Rp. 965 miliar dan masa pelaksanaan 2019-2023. Saat ini progres fisik bendungan mencapai 47,77%. she

You Might Also Like

Sebanyak 3,852 Juta Dosis Vaksin Siap Pakai AstraZeneca Tiba di Indonesia
Warga Demak Wajib Gunakan Produk Kreanova Sendiri
Pimpin Upacara Kemerdekaan di Istana Merdeka, Presiden Jokowi Kenakan Pakaian Adat Lampung
Dosen FTI Unissula Benahi Sistem Kelistrikan Masjid di Manggihan
Petugas Lapas Semarang Gagalkan Penyelundupan Shabu yang Dilempar lewat Tembok
TAGGED:Bendungan Jlantah di KaranganyarMenteri PUPR Basuki
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?