By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Pengawasan Partisipatif Demokrasi, Bawaslu Demak Gandeng NU
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPolitik

Pengawasan Partisipatif Demokrasi, Bawaslu Demak Gandeng NU

Jatengdaily.com
Published: 12 Januari 2022 17:48
Share
Ketua Bawaslu Kabupaten Demak Khoirul Saleh dan Ketua PCNU Kabupaten Demak KH Muhammad Aminnuddin Mas'udi saat menandatangani MOU pengawasan partisipatif demokrasi di Kota Wali. Foto: sari
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Ada hal harus dipikirkan bersama terkait kondisi demokrasi negeri ini. Salah satunya memerangi musuh terbesar demokrasi yakni money politics. Karena diakui atau tidak, politik uang menjadi realita di masyarakat.

Ketua Bawaslu Kabupaten Demak Khoirul Saleh menyampaikan, politik uang telah mencederai kualitas nilai-nilai demokrasi. Sehingga demokrasi menjadi kurang mampu menyejahterakan rakyat.

“Inilah alasan kami menggandeng NU untuk bersama bersinergi lakukan edukasi masyarakat tentang arti penting penguatan nilai demokrasi. Sehingga masyarakat tahu hak politik dan dapat menggunakannya dengan aktif dalam penyelenggaraan dan pengawasan demokrasi sekaligus,” ujarnya, di sela ‘Penandatanganan MoU Pengawasan Partisipatif dengan PCNU, Muslimat, GP Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU Kabupaten Demak’, Rabu (12/1/2022).

Menurut Khoirul Saleh, pendidikan politik pada masyarakat melalui forum NU, sangat membantu meringankan tugas pengawasan dan antisipasi politik uang. Sehingga masyarakat sadar akan hak politiknya dan membantu Bawaslu melakukan pengawasan penyelenggaraan demokrasi.

Di sisi lain, Ketua PCNU Kabupaten Demak KH Muhammad Aminnuddin Mas’udi mengapresiasi dan menyambut positif ajakan Bawaslu mengawal demokrasi. Dalam berbagai pemilihan umum maupun pilihan kepala daerah secara tidak langsung menjadi tugas dan tanggung jawab umat Islam dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

Namun kadang menjadi rumit ketika di masyarakat terdapat pemikiran yang berbeda. “Di sini lah pentingnya pendidikan politik untuk memilih pemimpin yang berkualitas. Yakni pemimpin yang memiliki empat sifat yakni Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathonah. Memang tidak bisa diukur dengan uang, maka inilah tantangannya,” ujar Aminnuddin.

Menurutnya, ranah NU dalam hal ini hanya pada ikhtiar memberi edukasi pada masyarakat. Untuk itu butuh proses. Karena untuk merubah yang sudah membudaya sejak lama tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Tantangan yang dimaksud adalah antara idealisme dan fakta. Kalaupun belum berhasil, ikhtiar sudah mendapat pahala. Sedangkan kalau berhasil, pahalanya akan berlipat, tandasnya. rie-yds

You Might Also Like

Presiden Prabowo: Peran Muslimat NU Sangat Penting dalam Membangun Generasi Bangsa
Cuaca di Arab Saudi Panas, Petugas dan Jemaah Jelang Wukuf di Arafah Diminta Jaga Kesehatan
Layani Kuliner Jemaah, Masjid Raya Baiturrahman Kembali Buka Food Court
Siap-siap, Kominfo Sediakan Kuota 100 Ribu Beasiswa Program Pelatihan DTS Tahun 2023
Gunung Semeru Meletus, Awan Panas Meluncur hingga 3.000 Meter
TAGGED:bawaslu demakmou pengawasan partisipatifPCNU Demak
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?