By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Sinergi Pelestarian Tari Kretek sebagai Ikon Kabupaten Kudus
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Sinergi Pelestarian Tari Kretek sebagai Ikon Kabupaten Kudus

Last updated: 24 Februari 2022 19:47 19:47
Jatengdaily.com
Published: 19 Februari 2022 23:10
Share
Tari Kretek sebagai salah satu kesenian khas Kabupaten Kudus yang memang identik dengan Kota Kretek. Foto:ist
SHARE

KUDUS (Jatengdaily.com) – Kabupaten Kudus menyimpan potensi kebudayaan dan kesenian tradisional yang beragam serta unik. Salah satunya adalah Tari Kretek sebagai salah satu kesenian khas Kabupaten Kudus yang memang identik dengan Kota Kretek.

Tari Kretek ciptaan Endang Tonny, pemilik Sanggar Seni Puring Sari ini pertama kali dipentaskan pada saat peresmian Museum Kretek, 3 Oktober 1986, yang diprakarsai Gubernur Jawa Tengah kala itu Soepardjo Roestam. Kesenian ini menggambarkan aktivitas buruh rokok di Kudus. Para penari perempuan, menari layaknya proses pembuatan rokok kretek. Mulai dari memilih tembakau, merapikan batang rokok dengan memotong bagian ujungnya, hingga mengantarkannya ke seorang mandor laki-laki untuk diperiksa.

Tari Kretek kali ini menjadi tari pembuka pada acara Dialog Media Tradisional (Metra) DPRD Provinsi Jateng dengan tema ‘Nguri-nguri Kebudayaan Daerah’ di Rumah Aspirasi Sri Hartini, Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jateng, Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus, Sabtu (19/2/2022).

Narasumber dialog adalah anggota Komisi D DPRD Jateng Sri Hartini, S.T, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Kudus Mutrikah, S.H dan Pelaku Seni Nur Rini, S.T.Foto:ist

Narasumber dialog adalah anggota Komisi D DPRD Jateng Sri Hartini, S.T, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Kudus Mutrikah, S.H dan Pelaku Seni Nur Rini, S.T. Selain Tari Kretek, tampil pula Gus Apank bersama Kampung Seniman Santri Kudus (KS2K) yang menyuguhkan beberapa lantunan lagu Islami, seperti Sholawat Asnawiyyah dan Lir Ilir.

Sri Hartini sangat mengapresiasi terhadap upaya para seniman Kudus untuk tetap bertahan selama pandemi ini dengan tampil secara virtual. “Pandemi yang belum usai berdampak sangat besar bagi para pelaku kesenian sebagai akibat dari pembatasan kegiatan, maka penampilan mereka justru tidak bisa dinikmati banyak orang.

Anggota Komisi D DPRD Jateng Sri Hartini, S.T menjadi nara sumber pada dialog nguri-uri budaya Tari Kretek. Foto:ist,

Menjaga seni nilai budaya lokal menjadi tanggungjawab bersama masyarakat dan pemerintah. Pertunjukan lewat daring memang bisa membantu menampilkan pertunjukan, namun promosinya harus bisa melibatkan banyak pihak,” terang Politisi Partai Gerindra itu. Lebih lanjut Sri Hartini juga menyampaikan bahwa Dialog Media Tradisional (Metra) DPRD Jateng ini sekaligus juga menjawab kebutuhan para pelaku seni di daerah untuk berekspresi, meski dengan jumlah penonton yang sangat terbatas karena pandemi.

Menambahkan, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Kudus Mutrikah mengaku kegiatan berkesenian untuk mengangkat budaya daerah memerlukan sinergi semua kalangan. Dukungan itu juga termasuk lewat pendanaan bagi beberapa kelompok kesenian untuk mengembangkan penampilan seninya agar tidak monoton.

“Sinergi mengawal dan menjaga kesenian daerah menjadi tanggungjawab semua kalangan, baik masyarakat pemerintah antara eksekutif dan legislatif maupun stakeholder terkait lainnya. Dukungan lewat pembuatan perda-perda yang mengatur kelompok kesenian daerah dan tidak lepas pendanaan bagi para kelompok kesenian berprestasi agar terus berkembang dikenal secara luas,” tutur Mutrikah.

Sementara itu, pelaku seni Nur Rini juga menyampaikan bahwa Kabupaten Kudus menyimpan banyak kesenian lokal yang perlu dikembangkan karena memiliki nilai potensi besar. Tari Kretek merupakan salah satu dari banyak kesenian asal Kabupaten Kudus sebagai gambaran masyarakat Kudus, selain tari-tarian lain seperti Tari Lentog dan Tari Jenang Kudus.

“Namun, adanya dukungan dari pemerintah bisa menjadi secercah harapan agar kesenian kebudayaan Kudus bisa dikenal lebih luas. Pentas seni musik seniman santri juga belakangan dilirik banyak kalangan. Untuk itu, dibutuhkan sinergi semua pihak agar nilai budaya tidak luntur,” harap Rini. st

You Might Also Like

Jalani Masa Tahanan, Ahli Waris Terima JP
Ini Strategi BNPB Antisipasi Dampak Bencana saat Mudik Lebaran
DPW Jateng PKS Dukung Anies Dalam Capres 2024
Resmikan RSKW Online, Wabup Demak Joko Sutanto Berlinang Air Mata
Siswa Baru SMA Muhammadiyah 2 Semarang Gelar Bakti Sosial
TAGGED:Sinergi Pelestarian Tari Kretek sebagai Ikon Kabupaten KudusTari Kretek
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?