By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Susu Kental Manis Tidak Cocok untuk Bayi, Bisa Sebabkan Stunting
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Susu Kental Manis Tidak Cocok untuk Bayi, Bisa Sebabkan Stunting

Last updated: 19 November 2025 12:29 12:29
Jatengdaily.com
Published: 16 September 2022 13:57
Share
Kental manis. Foto: Pixabay.com
SHARE
Kental manis. Foto: Pixabay.com

SEMARANG (Jatengdaily.com)-Susu Kental Manis (SKM) ternyata masih menjadi salah satu favorit untuk dibuat minuman orang Indonesia. Masih banyak juga orang tua yang memberikan SKM kepada anak-anaknya, dengan pertimbangan karena mereka menganggap jika SKM adalah susu yang bervitamin.

Namun, kenyataannya bahan dasar SKM, 45 persennya adalah sukrosa yang banyak mengandung gula. Sehingga, jika dikomsumsi anak-anak, maka anak akan cepat merasa kenyang. Sehingga tidak mau makan, dan kekurangan nutrisi lain yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi ini, bisa menyebabkan stunting.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis.

Di satu sisi, persepsi yang terjadi di tengah masyarakat jika SKM adalah susu, karena selama ini adanya miss informasi iklan. Jadi, masyarakat menganggap kalau SKM adalah susu.

”SKM bukan susu, tetapi bahan makanan tambahan saja, misalnya untuk kue. Jadi tidak cocok diberikan bagi anak-anak. Oleh karena itu, butuh peran pemerintah untuk memberi edukasi dan regulasi utuk para produsen SKM terkait dengan hal tersebut,” jelas Ketua Harian Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Arif Hidayat SE MM, Jumat (16/9/2022) di Semarang.

Pada Editorial Briefing yang diselenggarakan kali ini, YAICI mengangkat tema “Kejar Target Penurunan Stunting, Realistis atau Politis?” dengan pembicara Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat SE MM dan Bendahara Majelis Kesehatan Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah semarang, Erniza Hafidzh SKm.

Menurutnya, sebagaimana diketahui saat ini kondisi kesehatan di Indonesia menghadapi masalah tiga beban malnutrien, kelebihan berat badan atau obesitas, kekurangan gizi atau wasting, dan defisiensi mikronutrien.

”Pemerintah sendiri manargetkan tahun 2024 angka stunting menurun di 14%. Dengan hitungan 2 tahun, semua pihak harus bekerja keras dan cerdas agar target itu segera tercapai,” jelasnya.

Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) telah sejak lama memiliki perhatian khusus terhadap gizi buruk, stunting dan literasi gizi keluarga. Dalam upaya itu YAICI bersama dengan mitra, salah satunya, PP Aisyiyah khususnya Majelis Kesehatan, sudah beberapa tahun ini melakukan sosialisasi dan edukasi secara terus menerus. she

You Might Also Like

Ratna Raih Program Joint Degree di FE Unissula dan Kyundong University Korea Selatan
Dokter Tim Minta Pemain PSIS Patuhi Protokol Kesehatan
Mal Ciputra Semarang Gelar Diskon Akhir Tahun
Eks Mentan SYL Didakwa Terima Uang Gratifikasi Rp44,5 Miliar
Dukung Terwujudnya Single Identity Number, Telkom Kolaborasi dengan Ditjen Dukcapil
TAGGED:Susu Kental ManisYayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?