By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Syawalan di Demak, Wujud Syukur Limpahan Hasil Laut
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
JedaNewsSeni Budaya

Syawalan di Demak, Wujud Syukur Limpahan Hasil Laut

Last updated: 9 Mei 2022 16:32 16:32
Jatengdaily.com
Published: 9 Mei 2022 16:26
Share
Wujud syukur kepada Allah SWT, warga nelayan tridesa di Kecamatan Bonang, Margolinduk, Purworejo dan Morodemak menggelar tradisi Syawalan Demak. Turut hadir Wabup KH Ali Makhsun dan Camat Bonang Haris M Ridwan. Foto : ist
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Sebuah tradisi harus senantiasa dijaga. Dilambari doa kepada Allah SWT, semoga tak hanya kebudayaan warisan nenek moyang yang lestari, pun kesejahteraan masyarakat berupa hasil laut terus berlimpah.

Demikian disampaikan Wabup Demak KH Ali Makhsun di tengah tradisi Syawalan 1443 H. Sebuah prosesi sedekah laut masyarakat pesisir di lepas pantai Morodemak Kecamatan Bonang, Senin (9/5/2022).

Baca Juga: Tradisi Syawalan Berbagai Daerah di Jateng

Ya. Meski rob mengepung sejak pagi, namun budaya tradisional khas pesisir Bonang gelaran warga tridesa, yakni Purworejo, Margolinduk dan Morodemak tetap digelar. Tak lain demi kata “nguri-ngiri” tradisi peninggalan leluhur mereka yang nelayan. Serta berharap terus berlimpahnya rejeki dari Sang Maha Pemberi, berupa hasil laut yang melimpah sepanjang masa.

“Sebuah tradisi harus selalu dijaga. Terlebih tradisi itu berupa sedekah yang dilambari doa kepada Allah SWT. Di mana pun tradisi sedekah digelar, laut maupun daratan, semoga berkah dan berujung limpahan rejeki dari Sang Maha Pencipta. Aamiin,” kata Wabup KH Ali Makhsun, didampingi Camat Bonang Haris M Ridwan.

Karena Syawalan Demak dilaksanakan nelayan Bonang juga Wedung, dipanjatkan doa semoga Allah SWT mengabulkan tradisi sedekah laut ini berupa hasil laut yang berlimpah bagi seluruh nelayan Demak. Namun ada saat sama, nelayan juga diimbau tetap taat protokol kesehatan (prokes) pencegahan covid-19.

Karena Syawalan masih berlangsung di tengah pandemi. Sehingga segala pelaksanaannya pun juga dalam keterbatasan standar prokes. “Insya’Allah semua nelayan selamat, hasil laut berlimpah, pada saat sama wabah covid-19 juga sirna dari bumi ini,” tandas Wabup.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tradisi Syawalan Demak sebuah kapal besar berisi para pejabat, tokoh ulama dan tokoh masyarakat menjadi pusat digelarnya prosesi sedekah laut. Sementara perahu-perahu kecil mengitarinya. Setelah didoakan bersama, sebuah tumpeng kecil pun dilarung di lepas pantai, sebagai wujud syukur dan berbagi dengan semua makhluk ciptanNya. rie-yds

You Might Also Like

Dishub Kota Semarang Uji Coba Traffic Light di Bundaran Taman Madukoro
Salah Paham tentang Moderasi Beragama Sering Terjadi
Jokowi Apresiasi Pelaksanaan Piala Presiden 2022, Arema FC Tampil Sebagai Juara
Edy Wuryanto Minta Tidak Ada Ego Sektoral dalam Penanganan Kasus Antraks
Tim Inovasi Mesin Ultrafiltrasi Undip Sediakan Air Bersih Bagi Masyarakat Korban Bencana di Padang
TAGGED:kupatansedekah lautsyawalansyawalan di demakWakil Bupati Demak
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?