DEMAK (Jatengdaily.com) – Meski dunia dilanda krisis dahsyat, kabar baiknya Indonesia tidak terlalu terdampak. Ini dikarenakan Indonesia tetap terbaik di komoditas pangan.
Begitu juga Kabupaten Demak. Sebagai daerah penyuplai ketahanan pangan nasional, kapasitas SDM petani harus intensif ditingkatkan. Sehingga produktifitas pertanian semakin meningkat, dan berujung peningkatan kesejahteraan petani.
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Demak Agus Herawan menyampaikan, untuk meningkatkan ketahanan pangan diperlukan SDM petani yang bagus. Pelatihan kelompok tani dan wanita tani perwakilan 14 kecamatan ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Bandung dalam rangka menimba ilmu dan mencari wawasan baru untuk meningkatkan ketahanan pangan.
Utamanya di tengah semakin minim unsur hara tanah oleh pupuk kimia, namun tinggi permintaan tanaman pangan sehat tanpa obat-obatan pestisida juga pupuk kimia.
“Maka petani harus memiliki pengetahuan lebih dan inovasi agar mampu menghasilkan tanaman pangan sehat tanpa ada ketergantungan pupuk kimia,” ujarnya, Kamis (20/10).
Senada disampaikan Wakil DPRD Demak dari Fraksi PKB H Zayinul Fata yang turut hadir mendampingi Bupati dr Hj Eisti’anah melepas rombongan petani. Menurutnya, BBPP Lembang gudangnya ilmu pertanian. Maka gunakan lah kesempatan menimba ilmu tersebut sebanyak-banyaknya. Sehingga bisa diaplikasikan di persawahan di Demak. Padi maupun hortikultura, harus ada perubahan lebih bagus.
“Jika perlu tanyakan teknologi dan inovasi pertanian yang cocok untuk tanaman di daerah rob. Mungkin aja ada varian baru durian yang bisa ditanam di Demak dan menghasilkan pendapatan bagi petani di samping komoditi beras. Semoga bermanfaat bagi petani juga pertanian Demak,” ujarnya.
Sementara Bupati Demak dr Hj Eisti’anah menuturkan, sekalipun krisis global tapi Alhamdulillah Demak tidak krisis pangan. Tapi jangan lengah, harus bisa siapkan tanaman pangan pendamping. Seperti arahan Presiden Joko Widodo.
“Termasuk penggunaan pupuk organik, sangat penting di pertanian. Agar aman tak hanya bagi kesehatan namun tidak merusak alam. Monggo manfaatkan kesempatan belajar di Lembang untuk menyerap ilmu-ilmu baru sehingga dapat dimodifikasi di lahan pertanian Demak,” pungkas bupati. rie-yds


