Turunkan Angka Stunting di Demak Harus Keroyokan

4 Min Read
Wabup KH Ali Makhsun yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Demak saat memberikan pengarahan tentang konvergensi penanganan kasus stunting. Foto: sari

DEMAK (Jatengdaily.com) – Anak itu amanah. Karena Allah SWT percaya, maka kita diberi anak supaya menjadi generasi yang bermanfaat bagi umat. Berlandaskan kepercayaan Allah SWT tersebut, kita bertanggung jawab agar tidak menurunkan generasi yang lemah.

Pada Rakor Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Stunting Kabupaten Demak 2022, Wabup yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Demak KH Ali Makhsun menyampaikan, stunting termasuk ciri generasi yang lemah. Maka melalui aksi konvergensi, semua pihak berkepentingan diajak bersama ‘keroyokan’ menurunkan angka stunting.

“Dinas Kesehatan tidak mungkin bisa sendirian menangani stunting. Maka perlu melibatkan semua OPD seperti Dinas Pertanian, DinPUTR, Bappeda Litbang juga segenap elemen masyarakat. Termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama, karena Demak yang notabene masyarakatnya agamis manut dhawuhe kiai,” urai Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin itu, Selasa (20/9/2022).

Terlebih pada 2045, lanjut KH Ali Makhsun, negeri ini akan mendapatkan bonus demografi. Yakni jumlah usia produktif lebih banyak dibandingkan kelompok usia lain. Sehingga jika generasi sehat tidak disiapkan sejak sekarang, dikhawatirkan stunting turut serta menjadi penyebab terjadinya lost generation.

Sementara pada sambutan arahan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Kurniawan Arifendi menjelaskan, stunting adalah suatu kondisi gagal tumbuh pada anak disebabkan oleh berbagai faktor yang berakar pada kemiskinan, ketahanan pangan dan gizi, serta pendidikan.

“Untuk mencegah dan mengatasi stunting, tidak hanya diperlukan intervensi secara spesifik saja, tetapi perlu adanya intervensi sensitive, yang mencakup upaya-upaya mencegah dan mengurangi gangguan secara tidak langsung. Seperti melalui penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, peningkatan pendidikan, penanggulangan kemiskinan, hingga peningkatan kesetaraan gender,” urainya.

STBM merupakan pendekatan dan paradigma pembangunan sanitasi, yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku. Adapun kunci pemberdayaan masyarakat yakni masyarakat sebagai subjek sekaligus objek. Di samping masyarakat terlibat mulai dari perencanaan, membuat kebijakan, pelaksanaan, monitoring dan pengawasan, hingga evaluasi.

Sebagaimana pepatah bahasa latin, salus populi suprema lex esto. Yang artinya “Kesehatan termasuk di dalamnya kesejahteraan, kebaikan, keselamatan, dan kebahagiaan rakyat harus menjadi hukum tertinggi”.

Sehubungan itu ada 5 Pilar STBM sebagai panduan perilaku untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting. Yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan atau ODF, Cuci Tangan Pakai Sabun, serta Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga. Selain itu ada pula Pengamanan Sampah Rumah Tangga, juga Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.

Sedangkan indikator keberhasilan STBM stuntin antara lain sasaran kegiatan yakni semua elemen terkait mulai dari pemerintah desa, bidan desa, petugas sanitarian, tokoh masyarakat, tokoh agama juga masyarakat lokus stunting khususnya faham intervensi sensitif penanganan stunting.

“Selain itu terbangun komitmen bersama antara pihak pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan petugas pelaksana di puskesmas. Termasuk pengalokasian anggaran dana desa untuk pembangunan sanitasi dan air bersih, pembangunan jamban sehat, dan sosialisasi edukasi gerakan hidup bersih dan sehat sebagaimana Permendes PDTT Nomir 16 / 2018. Serta adanya peningkatan akses dan kepemilikan jamban sehat,” tandas Kurniawan Arifendi.

Hadir pada acara yang berlangsung di Pendapa Satya Bhakti Praja itu Kabid Kesmas Sri Pudji Astuti, Bidan Desa locus stunting, Petugas Sanitarian, Kades, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. Serta para narasumber yakni Agus Priyanto, Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga, Asih Ariani, Sub Koordinator Kesga dan Gizi, serta Ahmad Zaerozi, Sanitarian Muda Dinas Kesehatan Kabupaten Demak. rie-yds

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.