in

Turunkan Kasus, Puskesmas Wonosalam 1 Bentuk Gardu TOP TB

Kader Gardu TOP TB saat memberikan edukasi seputar penyakit tuberkolosis pada masyarakat desa di wilayah kerja Puskesmas Wonosalam I. ist

DEMAK (Jatengdaily.com) – Meningkatnya kasus tuberkulosis (TB) di masa pandemi covid-19 tentunya menjadi keprihatinan. Sehubungan itu Puskesmas Wonosalam I membentuk Kader Gardu TOP TB dalam rangka menurunkan kasus TB di wilayah kerjanya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Demak tahun 2020, penderita tuberculosis di kabupaten Demak sebanyak 1.369 orang. Sedangkan untuk wilayah kerja Puskesmas Wonosalam I terdapat 46 orang. Maka untuk menangani penemuan kasus TB tersebut, upaya yang dilakukan dalam mencari suspect TB dibentuk kader TB di 11 desa.

Kepala Puskesmas Wonosalam I dr Maria Ulfah menjelaskan, TB adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (Mtb). Sebagian besar bakteri TB menyerang paru-paru, tetapi dapat juga mengenai jaringan atau organ tubuh lainnya.

“TB paru merupakan penyakit generatif yang menyerang semua golongan umur. Baik kelompok usia produktif maupun anak-anak, serta merupakan penyakit menular pembunuh nomor satu,” ujarnya.

TB di Indonesia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan strategi khusus dalam pengendaliannya. Dalam upaya pengendalian TB dapat dilakukan dengan cara membentuk kelompok pendukung yang bersumber dari masyarakat.

Lebih lanjut dijelaskan, tujuan pembentukan Kader Gardu TOP TB yang merupakan singkatan dari Gerakan terpadu Temukan Obati Penderita TB, untuk membantu petugas dalam meningkatkan penemuan penderita TB baru. Yakni dengan cara mengumpulkan suspect dahak sebanyak mungkin dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar terkait penyakit TB.

Sedangkan kegiatan yang dilakukan di Gardu TOP TB, menurut penanggung jawab program Rumiyatun, meliputi penyuluhan terkait penularan, pengobatan dan cara pencegahannya kepada pasien dan kotak erat. Di samping pula kunjungan pasien TB, pemberian obat kepada pasien dan kontak erat.

“Kabar baiknya, sejak adanya Kader Gardu TOP TB di wilayah kerja Puskesmas wonosalam 1 penemuan penderita TB bisa terdeksi lebih awal,m. Tidak hanya itu pengetahuan masyarakat tentang penyakit TB pun semakin baik. Sehingga dapat merubah perilaku masyarakat untuk hidup lebih sehat,” pungkasnya. rie-st

Written by Jatengdaily.com

Kisah Ratna Listy Terpisah dengan Anak di Bulan Ramadan

Targetkan Transaksi Rp500 Juta, Rumah BUMN SG Luncurkan Program Bingkisan Lebaran ‘Nglarisi Produk UKM’