Untag Kembangkan Teknik Ecoprint Ramah Lingkungan

batik

Para mitra binaan Desa Deliksari, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang telah menunjukan hasil pelatihan ecoprint yang diberikan oleh Pengabdian Kepada Masyarakat Untag Semarang, belum lama ini.

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang menggelar pelatihan ecoprint, yakni mendesain pola dan mengakselerasikan pada kain dengan materi daun jati, kulit buah buahan yang ramah lingkungan, di Desa Deliksari, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang, belum lama ini.

Dr Honorata Ratnawati Dwi Putranti, SE, MM yang mengkomandani Pengabdian Kepada Masyarakat Untag mengatakan, kegiatan dimulai sejak tanggal 11 Desember 2022 di Deliksari Kelurahan Sukorejo Gunung Pati dengan melakukan pelatihan keterampilan dan sarasehan tentang pembentukan Kelompok Usaha Bersama.

Kegiatan ini, lanjut Dr Honorata, diikuti oleh mitra binaan (ibu Rumah Tangga), Dosen dan mahasiswa Untag Semarang. Adapun tujuan dari pelatihan itu adalah untuk mengakselerasikan pelaksanaan pengabdian masyarakat Untag Semarang dengan pembelajaran kolaborasi dan partisipatif mahasiswa melalui skema kemasyarakatan yang diwujudkan dalam dua kegiatan pemberdayaan masyarakat yakni: kemandirian masyarakat (KKM) dan Kegiatan Kampung Bangkit.

”Melalui program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Untag Semarang dengan pendanaan dari Program Insentif Pengabdian Masyarakat yang telah terintegrasi dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbasis kinerja IKU bagi PTS tahun 2022. Dimana skema Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut merupakan “Kegiatan Kampung Bangkit” yang mendapatkan bantuan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi,” jelas Dr Honorata, Kamis (22/12).

Pengabdian Kepada Masyarakat Untag Semarang telah melakukan pengembangan teknik ecoprint, yaitu sebuah teknik cetak dengan pewarnaan kain alami yang cukup sederhana namun dapat menghasilkan motif yang unik dan dapat dimanfaatkan untuk menjadi peluang usaha, yang dalam pelaksanaannya dilakukan di Desa Deliksari, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang.

Pengembangan produk ecoprint tersebut dilakukan dengan memberi pembinaan kepada kelompok ibu rumah tangga dan para remaja putri yang ada di Desa Deliksari, dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan, memanfaatkan waktu luang agar mendapatkan pendapatan rumah tangga. Di samping itu juga untuk meningkatkan akses ibu rumah tangga bagi usaha ekonomi rumah tangga secara produktif, dengan anggota kelompok sebanyak 20 hingga 25 orang.

Menurutnya kegiatan tersebut sangat membanggakan, karena berjalan sangat aktif, yang dilakukan secara bersama sama oleh kelompok mitra binaan (ibu rumah tangga), Dosen dan mahasiswa Untag, hingga membuat suasana akrab, dan saling belajar serta meningkatkan akses dan manfaat ekonomi dari ecoprint. st

Exit mobile version