By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Berlangsung Hingga Akhir 2023, El Nino Sebabkan Iklim Lebih Kering
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Berlangsung Hingga Akhir 2023, El Nino Sebabkan Iklim Lebih Kering

Last updated: 21 Juni 2023 08:31 08:31
Jatengdaily.com
Published: 21 Juni 2023 09:27
Share
Ilustrasi kekeringan. Foto: dok/JD
SHARE

YOGYA (Jatengdaily.com)- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan saat ini pada awal Juni yaitu ENSO (El Nino Southern Oscillation) mulai menunjukkan kenaikan intensitas El Nino Lemah menuju El Nino Moderat.

Hal itu sesuai dengan perkiraan mereka pada Februari 2023 yang lalu.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono menjelaskan, sekarang mulai terlihat kenaikan intensitas El Nino Lemah menjadi moderat dengan nilai indeks sebesar 0.99.

Jadi hal itu menunjukkan bila mulai terjadi gangguan iklim dari Samudera Pasifik.

“Fenomena El Nino diprediksi akan berlangsung setidaknya hingga akhir tahun 2023,” ujarnya, dilansir dari laman PMJNews, Rabu (21/6/2023).

Menurut catatan iklim masa lalu, secara umum El Nino bakal menyebabkan iklim lebih kering di Indonesia, terutama pada periode Juni hingga Oktober 2023.

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengidentifikasi adanya pusat tekanan rendah di selatan pulau Jawa sehingga terjadi daerah konvergensi atau perlambatan massa udara di sekitar wilayah pulau Jawa. she

You Might Also Like

Jalur Utama Semarang-Purwodadi Terputus Akibat Banjir, Dipastikan Segera Pulih
Insentif Redam Dampak Virus Corona, Diskon Tiket Pesawat hingga 50 Persen
Partai Buruh Dukung Usung Capres Yang Berani Tolak UU Omnibus Law
Pemkot Semarang Buat Program ‘Garang Asem’ untuk Kendalikan Sampah Makanan
Didatangi Samuel Wattimena, Siswa SMK Ibu Kartini Tanyakan Tren Busana Masa Kini
TAGGED:Berlangsung Hingga Akhir 2023el ninoIklim kering
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?