SUKOHARJO (Jatengdaily.com) – Dari 17 sektor lapangan usaha yang ada, sektor industri pengolahan memberi andil sangat tinggi terhadap perekonomian Jawa Tengah dan Sukoharjo. Bahkan untuk Sukoharjo dengan andil sebesar 38,71 persen mengambil porsi lebih tinggi dibanding peran sektor ini di wilayah Jawa Tengah yang lebih rendah dengan 33,93 persen.
Peran sektor industri tak lepas dari usaha industri pengolahan skala besar dan sedang. Walau dari sisi jumlah jauh lebih sedikit dibanding skala mikro dan kecil, namun peran ekonominya justru lebih dominan. Apalagi dari serapan pekerja juga lebih tinggi. Ini yang membuat kehadiran perusahaan industri skala menengah dan besar ini menjadi sangat penting.
Hal tersebut diungkapkan oleh Isbani, Kepala BPS Kabupaten Sukoharjo dalam sambutan pada saat Fokus Group Discussion (FGD) Potensi dan Pemanfaatan Data Industri Pengolahan dalam Perekonomian Kabupaten Sukoharjo, Selasa, 31 Oktober 2023.
Lebih lanjut dikatakan bahwa kondisi perekonomian wilayah, dalam hal ini Kabupaten Sukoharjo yang ditunjukkan dari angka PDRB, menjadi cermin keberhasilan pembangunan perekonomian sekaligus menjadi pijakan bagi kebijakan pemerintah dan dunia usaha selanjutnya.
Acara yang berlangsung di Hotel Brother tersebut menghadirkan dua narasumebr yaitu Muhammad Yunus Ariyanto, Ketua Apindo Kabupaten Sukoharjo dan Tri Karjono, Statistisi Ahli Madya dari BPS Provinsi Jawa Tengah. FGD juga dihadiri oleh perwakilan dari perusahaan industri pengolahan dan OPD/Dinas terkait di Kabupaten Sukoharjo.
Dalam paparannya, Yunus mengatakan bahwa Apindo akan berusaha mendorong para pelaku usaha industri pengolahan terutama anggota Apindo untuk welcome terhadap permintaan data dari BPS.
“Data statistik menjadi rujukan para pelaku usaha dalam mengevaluasi dan merencanakan bisnisnya. Salah satunya data pertumbuhan ekonomi yang di antaranya disusun berdasar survei BPS ke perusahaan menjadi variabel penentuan UMK/UMP. Oleh karenanya data yang benar sangat dibutuhkan. Data yang benar tak akan terwujud ketika sumber data dalam hal ini perusahaan tidak memberikan informasi dengan benar dan lengkap”, katanya.
Sementara Tri Karjono dalam paparannya menyampaikan beberapa indikator statistik strategis berikut manfaat, bagaimana dan darimana dihasilkan.
“Sukoharjo dari sisi jumlah perusahaan industri pengolahan menempati urutan keempat terbanyak di Jawa Tengah.Kondisi tersebut menjadikan Sukoharjo memberi kontribusi pada urutan ke-13 terhadap total PDRB Jawa Tengah. Andil terbesar sektor industri pengolahan pada struktur PDRB Sukoharjo hingga 38,71 persen menunjukkan bahwa kondisi perekonomian Sukoharjo sangat ditentukan oleh bagaimana perkembangan sektor ini dari waktu ke waktu, terutama sektor industri pengolahan skala perusahaan”, katanya.
Lebih lanjut dikatakan, industri pengolahan skala perusahaan ini juga mampu memberi kontribusi dalam serapan tenaga kerja yang sangat signifikan. Tentunya akan berdampak pada meningkatnya pendapatan lebih pada banyak masyarakat, yang pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraannya.
Acara yang dilanjutkan dengan diskusi bersama seluruh peserta ini diharapkan menjadi media pemahaman terhadap pelaku usaha untuk berkontribusi dalam setiap kegiatan BPS. Juga menjadi komitmen bersama termasuk Apindo untuk semakin meningkatkan kualitas data yang dirilis BPS.St
0



