Bukti Produk UKM Memukau, Samuel Wattimena Bangga Busana Tanimbar Rancangannya Dikenakan Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengenakan baju adat dari Tanimbar, Maluku, saat menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI, di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu 16 Agustus 2023.Foto:dok
JAKARTA (Jatengdaily.com) – Penampilan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengenakan baju adat dari Tanimbar, Maluku, saat menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI, di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu 16 Agustus 2023, masih menjadi perbincangan masyarakat.
Baju adat pria Tanimbar yang dipakai Jokowi meliputi paduan celana panjang dan kemeja panjang. Lalu, ada dilengkapi asesoris adat meliputi umpan, yaitu selembar kain tenun yang dililitkan ke tubuh dan diikatkan di bahu atau pinggang. Di bagian kepala dikenakan hiasan dari bulu burung. Seperti burung cenderawasih atau kakatua.
Siapa sesungguhnya desainer di balik baju adat Tanimbar yang dipakai Jokowi? Dialah perancang busana senior Samuel Wattimena. Saat dihubungi Kamis (17/8), Samuel menyatakan rasa bangganya desain baju adat Tanimbar dikenakan orang nomor satu di Indonesia.
Dia juga menaruh hormat kepada Jokowi yang begitu respek terhadap keanekaragaman budaya di Tanah Air. Bukan itu saja, ini pertanda rasa cinta kepada para pelaku usaha kain tradisional di Tanimbar.
”Saya kira pesan yang ingin disampaikan adalah, kita memiliki baju adat yang begitu indah dan elok. Saya juga sependapat bahwa kain tenun adalah produk Usaha Kecil Menengah (UKM), karya anak bangsa yang memukau,” kata desainer yang concern mendorong UMKM di daerah untuk berkembang dan naik kelas.
Perlu diketahui, sejak pertama berkarya, Samuel merupakan sedikit perancang yang menampilkan karya-karya berinsipirasi dari unsur tradisi yang kemudian di “twist” sehingga citra keseluruhan karya- karyanya terlihat berselera internasional. Dalam artian, siapa saja (di dunia ini) bisa menggunakan karya kreasinya tanpa harus merasa canggung.
Desainer yang saat ini mendapatkan kepercayaan dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud untuk melakukan riset motif busana wayang orang itu mengakui, banyak karya-karyanya yang menggunakan elemen tradisional seperti kain tenun ikat, tenun songket, batik, dan lain sebagainya, namun penampilan keseluruhannya tetap terlihat modern.
Bermakna Luhur
Sebagaimana dinukil dari laman Kemendikbud, baju adat Tanimbar terdiri atas kain tenun tradisional yang dikenal sebagai tais pet dan merupakan kerajinan khas dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Motif tenun Tanimbar diambil dari lingkungan hidup masyarakat Tanimbar.
Motifnya yakni flora dan fauna seperti motif anjing, ulat, cicak, ikan dan pepohonan.
Pada kain tenun terdapat banyak ragam hias/motif yang menurut masyarakat setempat mengandung nilai-nilai yang bermakna luhur, dan itu merupakan salah satu jati diri bagi masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.
Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Abetnego Tarigan mengatakan, ada filosofi dari pakaian adat itu.
“Yakni berkaitan dengan identitas budaya, spiritualitas, dan nilai-nilai masyarakat Tanimbar. Motif-motif pada juga seringkali memiliki makna simbolis yang menggambarkan keseimbangan alam, hubungan antar manusia dan alam, serta nilai-nilai sosial dan spiritual,” ujar Abetnego dalam siaran persnya.
Menurutnya, ini bukan sekedar pilihan pakaian, tapi juga pesan simbolis tentang persatuan, semangat kebangsaan, dan pentingnya melestarikan warisan budaya Indonesia. St