By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Cegah Macet Arus Mudik, Proyek Jalan di Jateng Diminta Dihentikan
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Cegah Macet Arus Mudik, Proyek Jalan di Jateng Diminta Dihentikan

Last updated: 8 April 2023 10:25 10:25
Jatengdaily.com
Published: 8 April 2023 10:25
Share
Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Hadi Santoso. Foto: ist
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Menjelang arus mudik Lebaran 2023, semua proyek pembangunan jalan di Provinsi Jawa Tengah diharapkan dihentikan untuk sementara waktu. Ini dimaksudkan untuk mengurangi potensi kemacetan pada H-10 sampai H+10 lebaran 2023.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Hadi Santoso. Menurutnya tercatat setidaknya terdapat kurang lebih 67 proyek peningkatan jalan dan jembatan yang terdiri dari 44 titik penanganan dari Pemprov Jateng dan 23 titik penanganan dari pemerintah pusat.

“H-10 semua pekerjaan harus berhenti, material dan alat harus dipindahkan dari badan jalan agar tidak mempengaruhi kelancaran arus mudik dan balik lebaran, semua butuh kerjasama semua pihak,” tegasnya.

Ruas jalan yang diprediksikan belum selesai, antara lain Demak – Godong, Todanan – Ngawen, Lasem – Sale, Kersana – Bandung sari – Salem, Kutoharjo – Ketawang, Parakan – Patean, Ngadirojo – Giriwoyo, Galeh ngrampal.

Selain itu ruas jalan nasional Tegal – Pekalongan , plelen selatan, Pejagan -prupuk, patimuan – sidareja, kebumen – purworejo, Wangon- manganti, Demak – Trungguli-Jepara, Rembang – Bulu , Rembang – Blora – Cepu.

“Memang secara umum kontraktual pekerjaanya dari Pebuari sampai September, namun momentum Lebaran diharapkan bisa jeda 20 hari minimal, dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kenyamanan lokasi proyek,” tegas politisi PKS tersebut.

Hadi menegaskan saat ini memang Jawa Tengah baru berkonsentrasi untuk memperbaiki kondisi jalan yang rusak akibat cuaca ekstream baik karena hujan, banjir, longsor yang terjadi sejak desember sampai dengan maret.

“Selain proyek kontraktual, kita berharap, semangat jawa tengah tanpa lubang tetep jadi prioritas, kesan Jateng cantik dan mulus bagi pemudik memang menjadi tantangan tersendiri,”lanjutnya.

Selain itu anggota DPRD yang mewakil Wonogiri, Sragen, Karanganyar tersebut menilai proyek multiyears yang berlangsung sekarang juga memerlukan rekayasa lalu lintas khusus agar tidak menjadi pusat kemacetan, ” ada 9 titik pergantian jembatan Callender Hamilton, termasuk Jembatan Juruk, Kalibanger, juawana I, Pang I dan juga Fly over serta underpass perlu jadi perhatian,” tutupnya. yds

You Might Also Like

Para Guru Diminta Edukasi Pemilih Pemula
Pengendalian Covid-19 Jadi Fondasi Pemulihan Ekonomi
Jadikan Menanam Pohon Budaya dalam Keluarga dan Masyarakat
Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Ganjar: Saya Sudah Ingatkan Kepala Daerah Jangan Korupsi
Ganjar Ikut Meriahkan Solo Batik Carnival
TAGGED:arus mudik lebarandprd jatengHadi Santosokemacetan
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?