By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Dorong Ekosistem Pendidikan yang Lebih Inovatif dan Adaptif
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Dorong Ekosistem Pendidikan yang Lebih Inovatif dan Adaptif

Last updated: 28 Agustus 2023 20:40 20:40
Jatengdaily.com
Published: 28 Agustus 2023 10:37
Share
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Dorong ekosistem pendidikan Indonesia terbuka pada inovasi agar setiap anak bangsa terbiasa beradaptasi dengan kondisi dunia yang sarat perubahan.

“Kita harus mempersiapkan generasi penerus untuk menjawab tantangan di masa depan yang sarat perubahan. Mendorong ekosistem pendidikan ke arah yang lebih inovatif sangat dibutuhkan,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/8).

Situs worldtop20.org pada 2023 ini kembali merilis peringkat pendidikan dunia. Ada 20 negara yang masuk dalam peringkat pendidikan terbaik 2023 dan Indonesia tidak masuk di dalamnya. Indonesia berada pada peringkat 67 dari 203 negara.

Tingkat Intelligence Quotient (IQ) masyarakat Indonesia juga dinilai rendah. Berdasasarkan laporan World Population Review dengan judul Average IQ by Country 2022, Indonesia ditempatkan pada peringkat 10 dari 11 negara di Asia Tenggara. Di tingkat global, Indonesia menduduki peringkat 130 dari 199 negara.

Diakui Lestari, tantangan yang dihadapi sektor pendidikan di Indonesia tidak semata masalah teknis pengajaran, tetapi juga masalah kesehatan mental baik pada anak dan remaja, serta soal pemerataan pendidikan.

Karena itu, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, pendidikan di Indonesia sangat membutuhkan fokus dan perhatian yang intensif.

Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu pun berpendapat pendidikan tidak hanya terjadi secara formal di sekolah, selama enam tahun SD hingga masa kuliah.

Bahkan, tambah dia, setelah menyelesaikan jalur pendidikan formal, kita tetap harus belajar saat berinteraksi dan beraktivitas di masyarakat.

Karena itu, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, kunci perubahan pendidikan adalah kolaborasi antarpemangku kepentingan dan keterlibatan publik.

“Semua pihak harus terlibat dalam proses pendidikan, mulai dari guru, siswa, orangtua, komunitas, pemerintah, sampai sektor swasta, untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter kuat,” ujarnya.

Karena, tegas Rerie, keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, lingkungan yang sehat, serta masyarakat yang beradab sangat bergantung pada cara mendidik generasi penerus hari ini. St

You Might Also Like

Ketua DPRD Demak & Forum Komunikasi Pondok Majapahit I Bandungrejo Gelar Vaksinasi
SIT Harbun Gandeng Wali Murid Sambut Ramadan dengan Tarhib dan Bakti Sosial
Tim Vaksin Merah Putih Kebut Uji & Produksi Vaksin Covid-19
What You Need to Know about Covid Delta Variant
Merapi Erupsi, 882 Warga Tiga Kabupaten di Jateng Masih Ngungsi
TAGGED:Dorong Ekosistem PendidikanLebih Inovatif dan Adaptif
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?