DEMAK (Jatengdaily.com) – Bappelitbangda Kabupaten Demak kembali menggelar Lomba Krenova dan Lomba Penelitian 2023. Sempat menurun karena imbas covid, peserta yang terbuka untuk umum, pelajar dan akademisi serta terdiri dari perseorangan dan kelompok kembali meningkat hingga total 48 peserta.
Kepala Bappelitbangda Kabupaten Demak Masbahatun Ni’amah SSi menyampaikan, meningkatnya jumlah peserta menandakan dunia penelitian, dan penciptaan karya teknologi tepat guna semakin berkembang di Kota Wali. Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kondisi tersebut, secara rutin diagendakan Lomba Krenova dan Lomba Penelitian tingkat Kabupaten Demak.
“Dimaksudkan sebagai penghargaan bagi para penemu yang kreatif dan inovatif di bidang teknologi tepat guna. Bahkan tidak menutup kemungkinan karya terbaik yang sudah teruji kemanfaatannya bagi masyarakat akan dikembangkan, sebagai bagian atau bentuk dukungan pada program pembangunan daerah,” ujarnya, Senin (13/11/2023).
Mengenai tema lomba, disebutkan, disesuaikan dengan potensi daerah Kabupaten Demak. Tahun 2023 tema yang diusung adalah Pariwisata, Perikanan dan Rekayasa Teknologi. Harapannya, peserta dapat menyuguhkan karya-karya kreatifitas dan inovatif mereka sebagai jawaban untuk lebih mengembangkan potensi unggulan Kabupaten Demak.
Sedangkan terkait seleksi peserta lomba, Masbahatun Ni’amah menjelaskan, diawali dengan proses penjaringan. Lanjut pada tahap paparan, untuk kemudian dilihat langsung secara fisik temuannya.
“Hasil dari krenova dan penelitian tersebut secara kualitatif dilihat atau diverifikasi, dan ketika bisa dibuktikan kemanfaatannya maka akan lanjut pada penjurian oleh tim kabupaten. Yang terdiri dari perwakilan HIPMI Kabupaten Demak, akademisi dan dinas terkait,” imbuhnya.
Terhadap Lomba Krenova dan Lomba Penelitian 2023 tingkat Kabupaten Demak tersebut, Bupati dr Hj Eisti’anah SE memberikan apresiasi. Terlebih tema yang diambil disesuaikan dengan RPJMD. Maka dari pemenang yang berkualitas diharapkan bisa selaras dengan program unggulan Pemkab Demak.
“Tahu lalu saya lihat banyak bakat-bakat luar biasa. Seperti mesin robotik penyiram tanaman bawang merah. Kalau ternyata dengan biaya yang murah dapat diciptakan karya luar biasa, pastinya bisa langsung diadopsi masyarakat. Ini lah nilai manfaat yang sebenarnya,” kata bupati.
Bupati Eisti’anah berharap para penemu kreatif dan inovatif serta para peneliti terbaik tidak berhenti dalam lomba krenova, tapi bisa bersinergi dengan program daerah, terutama dalam membantu kinerja pemerintah. Sehingga mendorong percepatan pembangunan dan meningkatkan daya saing daerah.
“Menang kalah dalam suatu lomba adalah hal wajar. Bagi yang belum beruntung, jadikan lomba ini sebagai semangat mengembangkan ide kreatifitas panjenengan selanjutnya,” tandas bupati. Rie-yds


