By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Generasi Muda Harus Melek Politik
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Generasi Muda Harus Melek Politik

Last updated: 3 Juni 2023 06:15 06:15
Jatengdaily.com
Published: 3 Juni 2023 06:15
Share
Ustaz Dani Mohammad Hasan Saeful Mubarok dari Cianjur (kiri) didampingi moderator Gunawan Trihantoro dari Satupena Jawa Tengah. Foto:dok
SHARE

 

CILACAP (Jatengdaily.com) – Generasi muda harus melek politik. Apalagi menjelang pemilihan umum tahun 2024. Melek politik berarti memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk berkiprah di bidang politik yang lebih luas.

Hal itu dikemukakan oleh Pemimpin Pondok Pesantren Daarul Ma’arif Cianjur Keislaman KH Dani Mohammad Hasan Saeful Mubarok dalam Dialog Keindonesiaan dan Kebangsaan di kediaman KH Mu’allim, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Falah Slarang, Kesugihan, Cilacap, belum lama ini. Kegiatan yang diselenggarakan Satupena Jawa Tengah itu bertema Menciptakan Harmonisasi di Tahun Politik.

Di depan puluhan kader muda dari berbagai profesi tersebut, Ustaz Dani Mohammad Hasan Saeful Mubarok menyampaikan pandangannya terkait dengan bagaimana mewujudkan harmonisasi di tengah keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, baik dalam konteks keislaman dan keindonesiaan saat ini.

Sebagai sebuah bangsa, kata Ustaz Dani, Indonesia memiliki pengalaman yang kurang menguntungkan di masa kolonialisasi, sebagai bangsa yang terjajah. Untuk itu, generasi muda harus memahami betul sejarah kolonialisasi. Mulai dari kolonialisme, neo kolonialisme, dan post kolonialisme.

“Menghadapi bahaya kolonialisasi, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita harus selalu bersatu agar tidak lagi terpecah belah. Kita jangan sampai menjadi lemah, dan akhirnya kembali mudah untuk dijajah,” katanya dalam kegiatan yang dipandu Gunawan Trihantoro itu.

Menurut Ustaz Dani, berpolitik adalah salah satu cara kita untuk bisa bernegara. Dengan bernegara kita bisa menjalankan agama, dan dengan agama kita bisa bertauhid, dengan penuh perasaan aman dan nyaman.

Ustaz Dani menuturkan, sebagai bangsa yang kaya dengan keragaman budaya, suku, ras, dan agama, harusnya menjadi kekuatan kita untuk merekatkan keragaman itu menjadi persatuan. Dari sinilah pentingnya konsep saling mengenal.

“Politik saling mengenal merupakan pesan ilahiyah dalam Al- Quran Surat Al-Hujurat ayat 13,” katanya.

Dalam ayat itu, tambah Ustaz Dani, Allah mengingatkan agar manusia, yang diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, agar saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara manusia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. St

You Might Also Like

Korban Kecelakaan Mobil Dinas Bakamla di Tol Boyolali Bertambah
Peringati 10 Muharram, PIMAJT Santuni 390 Anak Yatim dan Piatu
Best Hiking Trails for Nature Lovers and Where to Find Them (Demo)
Tiga Hadits Yang Tegaskan Anjuran Perbanyak Puasa di Bulan Rajab
Komisi D Pantau Proyek Digester Biogas di Karanganyar, Warga Bisa Irit Tak Lagi Beli Gas
TAGGED:dituntut melek politikgenerasi mudaHarus Melek Politikkesadaran berpolitikpengetahuan berpolitik
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?