in

Hadirkan Samuel Wattimena, PWM Jateng Berharap Ada Penguatan Industri UMKM Sandang

Perancang busana, Samuel Wattimena menunjukkan produk UMKM usai FGD, Rabu (19/07). Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Lembaga Pengembang (LP – UMKM) bidang sandang, PWM Jateng menggandeng perancang busana kondang Samuel Wattimena. Kehadiran Samuel diharapkan bisa memberikan ilmu yang bermanfaat bagi pelaku UMKM.

Melalui FGD yang diikuti pelaku UMKM sandang, para peserta yang sebagian besar diikuti ibu-ibu ini diharapkan bisa mendapat ilmu yang bermanfaat untuk mengembangkan usaha.

“Pimpinan Wilayah Jateng terus melebarkan sayapnya di dunia Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sudah saatnya untuk fokus meningkatkan usaha, karena di luar sana banyak warga yang mencari pekerjaan, ” ujar Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, Dr H Tafsir MAg mengawali FGD, di Rumah makan Sako, Rabu (19/07).

Penguatan ekonomi menjadi target sekaligus eksistensi Muhammadiyah. Dia memaparkan, di Masjidil Haram semua produk jilbab semua made in China.Padahal yang berbelanja mayoritas jamaah haji asal Indonesia. “Kenapa kita tidak bisa menembus pasar, seperti China, ” katanya.

PWM merasa prihatin ketika melihat para PKL tergusur, padahal mereka mencari nafkah untuk keluarga. Oleh karena itu PWM memprogramkan para PKL bisa jualan di UMP tiap akhir pekan.

H Tafsir menyampaikan apresiasinya atas digelarnya FGD ini. Menurut dia, UMKM yang sebagian besar pelakunya adalah perempuan, patut didorong atas semangat yang dimiliki.

”Selain mengurusi keluarga dan rumah tangga, kaum perempuan ternyata masih mampu untuk berdaya atas usahanya di bidang UMKM,” ungkap dia.

Sementara itu Samuel Wattimena mengatakan, permasalahan yang muncul adalah, kurangnya wawasan atas kreativitas produknya.

“Saya berharap, mudah-mudahan jika nanti bertemu lagi, sudah ada perubahan yang mereka lakukan,” kata pria yang juga seorang perancang busana ini.

Ditambahkan Samuel, yang juga Staf Khusus Kementerian PPPA ini, secara umum mereka belum melihat banyak peluang yang bisa dimasuki atau dijelajahi.

”Sekalipun produknya bagus, nggak akan menjadi apa-apa kalau tidak ada kreativitas yang lebih baik,” imbuh dia, yang ditemui usai acara.

Samuel Wattimena dihadirkan untuk memantik forum diskusi para srikandi Muhammadiyah Jateng mengembangkan UMKM.

Dalam pemaparannya, Samuel menyinggung keberanian dan pola pikir wirausahawan.

Menurutnya, pelaku usaha wajib berinovasi dan berani mengambil resiko terhadap pemasaran sebuah produk.

“Kebanyakan kalau saya lihat, para pelaku usaha di sini hanya bergerak sesuai hobi. Mental pengusahanya belum terbentuk,” kata dia.

Dalam diskusi itu, para srikandi Muhammadiyah hampir mengalami masalah serupa dalam pengembangan UMKM. Yakni, belum memahami pangsa pasar.

Menurut Samuel Wattimena, pelaku UMKM harus berjejaring luas dan menguasai teknik pemasaran.

“Produk bagus nggak akan jadi apa-apa jika nggak sampai ke orang lain,” tegasnya.

Samuel Wattimena lantas menantang pelaku UMKM untuk keluar zona nyaman. Hal itu dilakukan agar produk yang mereka buat, tersampaikan ke pelanggan.
“Jadi di sini mindset perlu ditata,” ungkapnya.

Ia meminta pelaku UMKM agar mengutamakan target di setiap pengerjaan.
“Kita punya jam kerja berapa sehari. Jangan sampai kita ingin masok banyak tapi jam kerja kita malah tetap,” ujarnya.

Ia berharap, pelaku UMKM di Muhammadiyah Jateng lebih berkreasi menyesuaikan kebutuhan.
“Setelah acara ini semoga mindset menjadi lebih terbuka,” imbuhnya.

Hadir juga dalam acara ini, Ketua LP UMKM PWM Jateng Khafid Sirotudin, Ketua MEK PW Aisyiyah Jateng Dr Eka Handriani MM, dan sejumlah pelaku UMKM yang ada di wilayah Kota Semarang, Kendal, Salatiga dan beberapa daerah karesidenan lainnya. St

Written by Jatengdaily.com

Dihadiri Gus Mus dan Gus Baha, Ganjar Bahas Masa Depan Bangsa Bersama Masyayikh se-Indonesia

350 Organ Relawan Bersatu, Ganjar; Komando Ada di Saya