DEMAK (Jatengdaily.com)- Curah hujan yang masih tinggi saat ini menjadikan genangan banjir di beberapa desa di Kabupaten Demak bertahan, bahkan tak kunjung surut. Di antaranya seperti terlihat di Desa Pecuk Kecamatan Mijen, yang tergenang banjir limpas Sungai Serang. Di samping tri desa di Kecamatan Bonang yakni Morodemak, Purworejo dan Margolinduk, yang terkepung banjir oleh genangan rob atau air pasang laut.
Karena terkendala banjir itu, mobilitas warga terhambat. Bahkan terpaksa mengungsi di rumah kerabat atau tetangga yang lebih tinggi posisinya, karena tempat tinggal mereka tak layak dan aman huni.
Sehubungan itu, sebagai wujud kepedulian dilandasi pula semangat kemanusiaan, IDI Cabang Kabupaten Demak kembali melakukan bakti sosial ‘IDI Peduli Bencana’, Kamis (5/1/2023). Jika sehari sebelumnya bantuan logistik diserahkan di posko korban banjir Desa/Kecamatan Sayung, maka hari berikutnya giliran warga terdampak banjir di Pecuk Mijen dan tri desa di Kecamatan Bonang mendapat bantuan sama.
Penyerahan paket bantuan yang terdiri dari beras, telur, gula, mi instan, dan olahan ikan kemasan kaleng. Di samping pula air mineral, susu UHT, makanan bayi, popok bayi sekali pakai, minyak telon, minyak kayu putih, pakaian dalam, serta pembalut wanita itu dipimpin oleh Wakil Ketua IDI Cabang Kabupaten Demak dr Hj Siti Anisah.
Mengenai aksi sosial yang diikuti segenap pengurus IDI Cabang Kabupaten Demak didampingi anggota yang bertugas di wilayah terdampak banjir itu, Ketua IDI Cabang Kabupaten Demak dr Ribekan MKes menjelaskan, IDI Cabang Kabupaten Demak dengan dukungan IDI Wilayah Jateng berkomitmen turut serta membangun masyarakat Demak yang sehat dan produktif.
“Pemberian bantuan korban bencana banjir sebagai salah satu wujud kepedulian IDI Demak dan IDI Wilayah Jateng kepada masyarakat terdampak banjir. Dengan harapan mampu mengurangi beban sedang mereka alami,” kata dr Ribekan.
Sedangkan untuk layanan posko kesehatan, lanjutnya, anggota IDI Cabang Kabupaten Demak bergabung dengan puskesmas yang mendirikan posko kesehatan di lokasi banjir. Hal itu tentunya supaya pelayanan bisa terpadu dan terintegrasi.
Di sisi lain, Camat Mijen Ungguh Prakoso menuturkan, karena banjir limpas Sungai Serang itu warga Pecuk khususnya Dukuh Peranakan tak bisa beraktifitas. Sebab hingga hari keenam sejak banjir menggenangi pemukiman sekitar 155 KK, hingga saat ini masih setinggi satu meter bahkan terus bertambah tinggi, ketika hujan deras mengguyur daerah hulu.
“Terimakasih kepada semua pihak termasuk IDI Cabang Kabupaten Demak dan Wilayah Jateng yang telah membantu memberikan bahan mentah makanan dan lainnya seperti susu juga makanan bayi. Tapi melihat situasi saat ini, bila kondisi masih sama, diperkirakan stok bahan makanan hanya bisa bertahan hingga dua hari kedepan,” pungkasnya. rie-she


