By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Indonesia Darurat Kekerasan Seksual pada Anak, Sebagian Besar Korban Enggan Melapor
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Indonesia Darurat Kekerasan Seksual pada Anak, Sebagian Besar Korban Enggan Melapor

Last updated: 13 April 2023 16:23 16:23
Jatengdaily.com
Published: 13 April 2023 16:23
Share
Anggota Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Bidang Pendampingan dan Pemulihan, Retno Ristiasih Utami,S.Psi.,M.Si,Psikolog pada Talkshow Kuliah Keadilan dan Kesetaraan Gender (Kudengar) Radio USM Jaya FM pada Rabu (12/4).Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Salah satu penyebab korban kekerasan seksual tidak mau melapor karena korban malu apabila kasusnya diketahui banyak orang dan menjadi viral. Hal itu diungkapkan Anggota Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Bidang Pendampingan dan Pemulihan, Retno Ristiasih Utami,S.Psi.,M.Si,Psikolog pada Talkshow Kuliah Keadilan dan Kesetaraan Gender (Kudengar) Radio USM Jaya FM pada Rabu (12/4).

Dosen psikologi Universitas Semarang (USM) yang akrab disapa Riris itu mengungkapkan, Indonesia menjadi salah satu negara dengan keadaan darurat kekerasan seksual terutama pada anak.

”Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Indonesia darurat kekerasan seksual terutama pada anak dimana mengalami pelonjakan. Dari tahun 2021 sebanyak 4.000 kasus yang telah dilaporkan dan pada tahun 2022 meningkat sebanyak 9.588 kasus yang terlapor. Saya pikir dalam lingkungan umum maupun pelajar, kasus kekerasan seksual lebih banyak yang terlapor dibandingan dengan yang tidak,” ungkapnya.

Menurutnya, enggannya korban kekerasan seksual untuk terbuka menjadi salah satu penyebab kasus kekerasan seksual yang tidak terlapor lebih banyak dibanding dengan kasus terlapor. Hal ini mengingat kasus tersebut merupakan kasus sensitif dimana korban memiliki persepsi apabila terjadi kebocoran informasi saat melakukan konseling atas kasus yang dialami.

Dia mengatakan, dengan terbuka dan melakukan konseling melalui Satgas PPKS akan membantu menemukan solusi terhadap kasus yang dialami dibanding dengan menyimpan sehingga menimbulkan luka lebih mendalam yang dapat berdampak pada kesehatan psikologis.

”Pernah ada yang melapor dan dia mengungkapkan takut jika melapor informasinya akan bocor dan viral. Memang kasus kekerasan seksual merupakan kasus sensitif dimana korban malu, namun dengan terbuka melakukan konseling ke Satgas PPKS, kami akan membantu menemukan solusi dibanding jika diam saja luka yang dirasa semakin dalam dan berdampak pada psikologisnya,” jelasnya.

Tak hanya perempuan yang mengalami kekerasan seksual, katanya, laki-laki juga banyak yang menjadi korban kekerasan seksual. Beberapa cara yang dilakukan untuk meminimalisasi terjadi dan semakin banyaknya kasus kekerasan seksual di antaranya mengetahui kesehatan reproduksi, pendidikan seksual sejak dini, menghargai dan menjaga diri.

Dalam talkshow yang dipandu penyiar Radio USM Jaya FM Elsa Safira dan Pandu Chan itu, Riris mengatakan, hal yang perlu dilakukan oleh pihak konseling terhadap korban adalah tidak menghakimi dan merangkul agar korban tidak merasa sendiri. Dirinya meminta khususnya bagi mahasiswa lingkungan USM untuk menjaga diri serta ikut membantu dan melaporkan apabila adanya korban kasus kekerasan seksual.

”Jaga diri dengan belajar tentang kesehatan reproduksi. Apabila mengetahui orang disekitar kita menjadi korban kekerasan seksual, jangan sungkan untuk membantu dan melapor ke Satgas PPKS USM jika itu diwilayah kampus. Bagi korban untuk jangan ragu sampaikan serta melapor agar kami dapat membantu,” tandas Riris. St

You Might Also Like

Januari-Agustus 2025, Produksi Beras Nasional Capai 24,97 Juta Ton
Meriahnya Pilkades di Desa Sumur, Layaknya Pesta Pernikahan
Lindungi Anak, Kemkomdigi Wajibkan Verifikasi Usia di Platform Digital
Suami Istri Bertarung Rebut Kursi Kades di Boyolali
Indonesia Dapat Komitmen 290 juta Vaksin Covid-19, Presiden: Januari Sudah Mulai Vaksinasi
TAGGED:Indonesia Darurat Kekerasan Seksual pada AnakKuliah Keadilan dan Kesetaraan GenderRadio USM JayaSebagian Besar Korban Enggan MelaporUSM
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?