CILACAP (Jatengdaily.com) – Sebuah kapal nelayan KM Serba Prima 8 asal Cilacap mengalami kebakaran di Samudra Hindia. Hingga kini pihak Basarnas masih mencari 11 anak buah kapal (ABK) yang belum diketahui keberadaannya dalam musibah tersebut.
“Upaya pencarian dilakukan oleh tim dari Basarnas Jakarta yang peralatannya memadai karena lokasinya cukup jauh, sekitar 200 mil dari Cilacap atau agak dekat dengan perairan Pulau Christmas, Australia,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan/Basarnas Cilacap Adah Sudarsa di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (19/5/2023).
Basarnas juga sudah berkoordinasi dengan pihak Australia untuk ikut membantu pencarian terhadap 11 ABK tersebut mengingat lokasi kejadian berdekatan dengan Pulau Christmas.
Berdasarkan data Satuan Polisi Perairan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cilacap, KM Serba Prima 8 diketahui bertolak dari Dermaga PPSC, pada Rabu (5/4), dengan membawa 14 ABK untuk mencari ikan di Samudra Hindia.
Akan tetapi pada hari Selasa (16/5), sekitar pukul 23.15 WIB, kapal yang sedang berada pada posisi 8,27 derajat lintang selatan dan 105,19 derajat bujur timur atau dekat Pulau Christmas, Australia, itu terbakar di bagian knalpot atas kapal saat seluruh ABK sedang tidur.
Ketika mengetahui kebakaran tersebut, seluruh ABK berusaha memadamkan api, namun tidak bisa karena kobaran api telah membesar.
Seluruh ABK melompat ke laut dengan berpegangan pelampung parasut atau jangkar apung. Akan tetapi setelah api mulai agak padam sekitar pukul 04.00 WIB, dua orang ABK memisahkan diri dari yang lainnya karena berinisiatif berenang mengejar KM Serba Prima 8 dan naik kapal, sedangkan 11 ABK masih berpegangan parasut.
Rabu (17/5), sekitar pukul 11.35 WIB, dua ABK yang diketahui bernama Nur Hasim (36) dan Hari Setiawan (38), keduanya warga Kabupaten Pemalang, berhasil diselamatkan oleh KM Hasil Selalu 2 yang melintas di sekitar KM Serba Prima 8 yang sudah padam di posisi 8,24 derajat lintang selatan dan 102,27 derajat bujur timur. yds


