By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kondisi Pertanian Kota Salatiga Satu Dekade Terakhir
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
GagasanSorot

Kondisi Pertanian Kota Salatiga Satu Dekade Terakhir

Last updated: 29 Desember 2023 18:41 18:41
Jatengdaily.com
Published: 29 Desember 2023 18:41
Share
SHARE

Oleh: Erni Hanifah
Statistisi Muda di BPS Kota Salatiga

SEKTOR pertanian memiliki kontribusi yang signifikan terhadap ekonomi nasional. Penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian masih cukup tinggi, sektor agribisnis yang berkembang pesat dan penyediaan bahan baku untuk industri hilir, menunjukkan ketahanan sektor pertanian dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Kota Salatiga adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Tengah, terletak pada ketinggian antara 450-825 meter di atas permukaan air laut, berada di daerah cekungan kaki Gunung Merbabu dan gunung-gunung kecil membuat Kota Salatiga memiliki udara yang sejuk dan pemandangan yang indah.

Struktur perekonomian Kota Salatiga didominasi oleh 6 kategori lapangan usaha, diantaranya Industri pengolahan; konstruksi; perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor; penyediaan akomodasi dan makan minum. Kontribusi kategori pertanian, kehutanan dan perikanan terhadap PDRB (Produk Domestik Regionel Bruto) pada tahun 2022 atas dasar harga berlaku mencapai 683,28 milliar rupiah atau sebesar 4,43 persen dari total PDRB Kota Salatiga.

Meskipun kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian di Kota Salatiga tidak terlalu besar, namun pertanian memiliki peran yang penting dalam keberlanjutan ekonomi dan ketahanan pangan. Pertumbuhan ekonomi pada kategori Pertanian, kehutanan dan perikanan selalu meningkat selama 2018-2022 kecuali pada tahun 2020. Hal ini menunjukkan ketahanan sektor pertanian dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2023 (ST2023), jumlah unit usaha pertanian di Kota Salatiga adalah sebanyak 6.209 unit mengalami penurunan sebesar 5,31 persen dibandingkan tahun 2013 (Sensus Pertanian 2013) sebanyak 6.557 unit. Unit usaha pertanian tersebut didominasi oleh kelompok Usaha Pertanian Perorangan (UTP), yaitu usaha pertanian yang dikelola oleh satu orang yang memiliki tanggung jawab teknis, yuridis dan ekonomis untuk unit pertanian tersebut sebesar 6.171 unit.

Sisanya merupakan Usaha Pertanian Berbadan Hukum (UPB) sebesar 9 unit yang merupakan usaha pertanian yang didirikan dengan tujuan memperoleh laba yang pendiriannya dilindungi hukum atau ijin dari instansi yang berwenang minimal pada tingkat Kabupaten/Kota, dan Usaha Pertanian Lainnya (UTL) sebanyak 29 unit yang merupakan usaha pertanian yang dikelola oleh bukan perorangan maupun bukan perusahaan pertanian.

Jumlah Usaha Pertanian terbanyak ada di Subsektor Peternakan yaitu sebanyak 3.560 unit usaha, diikuti subsektor hortikultura sebanyak 2.809 unit usaha, tanaman pangan sebanyak 2.578 unit usaha, kehutanan 2.457, perkebunan 1.278, perikanan 451 dan jasa pertanian 81 unit usaha.

Sebaran pengelola UTP menurut kelompok umur pada tahun 2023 terjadi peningkatan proporsi pengelola UTP Berumur ≥55 tahun jika dibandingkan dengan kondisi 2013, dan terjadi penurunan proporsi pengelola UTP yang berumur dibawah 55 tahun pada tahun 2023. Hal ini menyiratkan bahwa selama satu dekade, semakin banyak petani yang berusia tua, semakin sedikit petani berusia muda.

Usaha Pertanian Perorangan (UTP) tahun 2023 mengalami penurunan, sedangkan rumah tangga yang memelihara/menguasai/melakukan kegiatan pertanian dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual/ditukar, atau disebut Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) 2023 mengalami peningkatan 0,67 persen dibanding RTUP 2013. Dengan demikian, jumlah rata-rata UTP di setiap RTUP mengalami penurunan dari 1,09 menjadi 1,03. Artinya, dari 100 rumah tangga tani, rumah tangga yang memiliki UTP lebih dari 1 unit berkurang dari 9 UTP menjadi 3 UTP.

Sementara itu jika dilihat masing-masing subsektor pertanian, RTUP pada semua subsektor mengalami penurunan selama 2013-2023, kecuali subsektor perikanan. Penurunan terbesar jumlah RTUP secara absolut terjadi pada Subsektor Perkebunan dan Subsektor Kehutanan dengan penurunan masing-masing sebesar 1.565 unit (55,30 persen) dan 1.553 unit (38,94 persen) dalam sepuluh tahun terakhir. (Catatan: Satu unit RTUP dapat terdiri dari lebih 1 UTP, dan dapat mengusahakan lebih dari satu subsektor).

Sebagian besar, yaitu 92,17 persen Rumah Tangga Usaha Pertanian di Kota Salatiga adalah Rumah Tangga Usaha Pertanian Gurem, yaitu rumah tangga yang menggunakan/ menguasai lahan (pertanian dan tempat tinggal) kurang dari 0,50 hektar.​ RTUP gurem meningkat 4,05 persen jika dibandingkan dengan RTUP gurem pada tahun 2013.

Kota Salatiga, dengan segala keunikan dan potensinya, tidak dapat mengabaikan peran sektor pertanian. Pertanian bukan hanya aktivitas ekonomi, melainkan fondasi keberlanjutan ketahanan pangan, kestabilan ekonomi lokal, dan harmoni lingkungan. Pentingnya sektor pertanian di Kota Salatiga juga mencakup aspek kebudayaan dan identitas lokal. Budaya pertanian membentuk karakter masyarakat dan mengakar dalam sejarah kota. Dengan memperkuat pertanian, kita tidak hanya memastikan ketahanan pangan, tetapi juga melestarikan warisan budaya yang kaya dan mewujudkan identitas unik Kota Salatiga.

Meningkatkan peran sektor pertanian di Kota Salatiga bukan hanya sebuah keharusan ekonomi, melainkan juga komitmen untuk membentuk masa depan yang berkelanjutan, berdaya saing, dan penuh dengan identitas lokal. Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertanian sebagai tulang punggung keberlanjutan Kota Salatiga. Jatengdaily.com-yds

You Might Also Like

Sisa Anggaran Bantuan Operasional RT
Puisi Akhir Ramadan
Penguatan Moderasi Beragama di Indonesia
Khadimul Ummah MUI untuk Jateng Sejahtera
Tokoh-Tokoh Novel ‘Kolam Susu’
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?