Mahasiswa KKN Untag Semarang Bantu Tekan Angka Stunting di Wilayah Semarang

Pelepasan mahasiswa peserta KKN Untag semester genap 2022/2023 ditandai dengan pengenaan jaket almamater oleh Rektor Untag Prof. Dr. Drs. Suparno, MSi, yang dilakukan di Plaza Rektorat Untag Semarang, pada tanggal 22 Juli 2023.Foto:dok
SEMARANG (Jatengdaily.com) – Masalah stunting sampai saat ini masih menjadi perhatian serius oleh pemerintah diseluruh wilayah Indonesia. Tak terkecuali di wilayah kota Semarang juga masih terjadi kasus stunting, sehingga butuh penanganan.
Dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Untag Semarang perlu dibuat satu program khusus untuk membantu pemerintah dalam pencegahan stunting, yang dilakukan dengan menggandeng Pemerintah Desa (Permandes) dan Kecamatan setempat. Dengan dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat menekan angka stunting di wilayah pengabdian.
Hal itu disampaikan Rektor Untag Semarang Prof. Dr. Drs. Suparno, MSi. saat melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke lokasi pengabdian, di Kecamatan Mijen Kota Semarang. Upacara pelepasan dilakukan di Plaza Rektorat Untag Semarang, pada tanggal 22/7.
Dalam pesannya Prof. Suparno menyampaikan agar program unggulan KKN kali ini difocuskan untuk mengedukasi penanganan stunting dengan sasaran utama kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu yang memiliki anak usia dibawah dua tahun.
Untuk itu, mahasiswa harus bekerjasama dengan Ketua RT dan Ketua RW serta para sesepuh disana, karena mereka semua yang memahami kondisi warga dilingkungannya. Jadi jangan sekali kali menggurui mereka, tetapi justru mahasiswa KKN yang harus menyesuaikan diri dengan mereka.
Disamping itu, agar penanganannya bisa berjalan efektif maka perlu bekerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan dan BKKBN setempat, agar sasaran untuk menekan angka stunting dapat berhasil.
Dengan berkolaborasi dan saling bersinergi diantara mereka, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat serta dapat memperhatikan faktor faktor pertumbuhan dan perkembangan balita di wilayah tersebut.
Lebih lanjut Prof. Suparno menyampaikan bahwa rencananya program penekanan angka stanting ini akan diperluas pada tahun 2024 mendatang, hal itu terkait rencana pelaksanaan KKN Untag pada tahun 2024 akan dilakukan bersama consorsium Untag Se Indonesia, yang terdiri dari Untag Semarang, Untag Jakarta, Untag Cirebon, Untag Surabaya, Untag Banyuwangi, dan Untag Samarinda. tuturnya.
Sementara dalam laporannya Sekertaris Lembaga Pengandian Kepada Masyarakat (LPM) Untag Drs. Rahmad Purwanto, MSi disampaikan bahwa pada semester genap 2022/2023 ini, mahasiswa yang dilepas untuk mengikuti KKN sebanyak 147 orang, yang akan ditempatkan di 8 Kelurahan, Kecamatan Mijen, Kota Semaràng, selama kurun waktu satu bulan, dari tanggal 22 juli hingga 22 Agustus 2023.
Agar pelaksanaan KKN Untag dapat terarah dalam mencapai tujuan yang diharapkan, maka mahasiswa akan didampingi oleh masing masing Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) disetiap Kelurahan untuk berkoordinasi dan berkonsultasi.
Menurutnya, pendampingan oleh DPL ini diperlukan, mengingat program KKN ini harus tetap berpedoman pada Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dengan demikian tujuan mahasiswa belajar dalam masyarakat bisa menjadi bekal pengalaman bagi para mahasiswa, serta dapat menginspirasi warga masyarakat dalam mengembangkan potensi dan keunggulan di desanya.St