DEMAK (Jatengdaily.com)- Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Sekiranya ungkapan tersebut pas menggambarkan perasaan masyarakat Dukuh Menco Desa Berahan Wetan yang terdampak banjir limpas Sungai Wulan.
Betapa tidak? Hari-hari biasa perdukuhan berpenduduk 450 KK itu tak pernah banjir, bahkan cenderung minim air. Tiba-tiba datang ‘tamu’ tak diundang mengiringi guyuran hujan pada Senin (9/1/2023) petang. Hingga mengusik malam istirahat mereka, karena ketinggian genangan limpas Sungai Wulan berkisar 40-60 cm.
“Kabar baiknya, kami memiliki pemerintah daerah yang responsif dan gercep alias gerak cepat. Malam kejadian, shubuh laporan, pagi sekitaran jam 10-an sudah berdatangan bantuan dari dinas/instansi. Termasuk Pak Sekda Akhmad Sugiyarto yang langsung meninjau lokasi. Maturnuwun Ibu Bupati atas gercep-nya (gerak cepat),” kata Kepala Desa Berahan Wetan Kecamatan Wedung Muarifin, mewakili warganya, Kamis (12/1/2023).
Saat menerima Bupati Demak dr Hj Eisti’anah yang datang ke lokasi memberikan bantuan beras 1 ton, serta mi instan dan minyak goreng dari Baznas, disampaikan pula, pemukiman warga terdampak banjir limpas Sungai Wulan paling parah ada 69 rumah, dengan ketinggian genangan bervariasi.
“Saat kejadian, ada yang banjirnya di dalam rumah setinggi lutut. Alhamdulillah tidak perlu sampai mengungsi, dan sekarang sudah surut. Meski ada beberapa di halaman dan jalan desa yang masih tergenang,” imbuhnya.
Turut hadir mendampingi Bupati Eisti’anah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Demak H Agus Herawan. Di samping Ketua Baznas Kabupaten Demak H Bambang Susetyarto, serta Camat Wedung Mulyanto.
Sehubungan itu Bupati Eisti’anah menyampaikan, tak ada seorang pun menghendaki terjadinya musibah. Namun ketika musibah itu datang, tak ada seorang pun mampu menolaknya. Meskipun upaya meminimalkan risiko bisa dilakukan.
“Semoga ada hikmah di balik musibah banjir ini. Kami mohon maaf jika baru sekarang hadir dan belum dapat memberikan semua yang dibutuhkan masyarakat. Sebab dalam waktu sama banjir juga terjadi di beberapa desa dan kecamatan,” kata bupati.
Namun begitu Pemkab Demak sudah berupaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat juga pemerintah propinsi terkait penanganan pascabencana. “Termasuk usulan normalisasi sungai dan penanganan tanggul kritis, sebagai bagian penanggulangan banjir,” tandas bupati. rie-she


